BERITA TERBARU
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas Alasan BGN Rekrut Pejabat KPK, Sudaryono: Perkuat Komitmen Anti Korupsi Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat BGN Pastikan Gaji Pengawas Gizi dan Keuangan Tak Dipotong dari Anggaran Operasional Rp3.000 Mentan Amran Dorong FKPPI Gerakkan Ekonomi Anggota Lewat Pertanian BAZNAS RI: Bantuan KSrelief Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa NTT Kementerian PU Dorong INACOLD Perkuat Tata Kelola Bendungan Nasional, 945 Ahli Tersertifikasi Perkuat Hubungan Indonesia–Rusia, DPD RI Dorong Kolaborasi Ekonomi Berbasis Potensi Daerah Beruntung Indonesia Sudah Swasmbada, Dunia kini Terancam Krisis Beras Akibat El Niño Irman Gusman Dorong Agam Jadi Percontohan Nasional Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari
HIBURAN

Rumah Tasya Farasya Retak Meski Belum Setahun Ditempati, Perbaikan Telan Biaya Ratusan Juta

Rumah Tasya Farasya Retak Meski Belum Setahun Ditempati, Perbaikan Telan Biaya Ratusan Juta
dok. tribun news

Rumah mewah milik beauty creator sekaligus pebisnis Tasya Farasya mengalami kerusakan meski belum genap setahun ditempati. Sejumlah bagian bangunan dilaporkan retak dan diduga berkaitan dengan pengerjaan struktur yang tidak sesuai standar.

Tasya mengungkapkan kondisi rumahnya melalui unggahan Instagram Story pada Sabtu (24/10). Dalam video tersebut, terdengar suara pekerjaan konstruksi ketika sejumlah tukang melakukan perbaikan di rumahnya.

“Banyak sekali tukang di rumahku. Kenapa? Karena bangunannya retak semua,” ujar Tasya dalam unggahan di akun Instagram @tasyafarasya.

Ia juga mengaku menemukan kejanggalan pada material bangunan. Menurut Tasya, bagian yang seharusnya menggunakan besi justru ditemukan menggunakan kayu. Kondisi tersebut membuatnya mempertanyakan proses pengerjaan rumah yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Tasya mengatakan perbaikan rumah tersebut berpotensi membutuhkan biaya besar. Ia bahkan menyebut pengeluaran tambahan bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Berdasarkan pemeriksaan awal yang dikutip dari detikProperti, kerusakan diduga tidak hanya berkaitan dengan dinding, tetapi juga sambungan struktur bangunan. Sambungan antara kolom dan dinding bata ringan atau hebel disebut tidak dilengkapi besi penghubung.

Akibatnya, dinding di sekitar kolom mengalami retakan, bahkan terdapat bagian yang terlihat terpisah. Pemeriksaan juga menemukan penurunan permukaan di area kolam renang. Kondisi tersebut terlihat dari posisi lantai marmer yang berada di bawah garis cat, meski pengecatan disebut baru dilakukan sekitar tujuh bulan sebelumnya.

Pihak yang memeriksa rumah tersebut menduga terdapat pengerjaan yang tidak sesuai dengan standar atau gambar arsitek. Sejumlah bagian bangunan pun harus dibongkar untuk memeriksa kondisi struktur sebelum perbaikan dilakukan.

Tasya mengaku aktivitas renovasi berlangsung sepanjang hari, bahkan hingga pukul 22.00. Ia juga menyebut adanya kemungkinan retakan kembali muncul di bagian lain setelah perbaikan selesai, sehingga kondisi bangunan perlu terus dipantau.

Rumah Tasya sendiri dibangun sejak 2020 dan proses pengerjaannya berlangsung sekitar enam tahun. Hunian empat lantai tersebut memiliki beragam konsep interior, termasuk gaya modern French, serta dilengkapi studio untuk menunjang aktivitas profesionalnya.

Kini, rumah yang sebelumnya kerap diperlihatkan melalui media sosial itu kembali menjalani perbaikan untuk menangani kerusakan bangunan. Pemeriksaan menyeluruh menjadi penting untuk memastikan penyebab keretakan dan menentukan langkah perbaikan yang tepat.