BERITA TERBARU
Krisis Chip Ganggu Produksi Mobil Fiat di Italia, Stellantis Terancam Setop Pabrik Pelari 24 Tahun Meninggal Usai Kolaps di NYC Marathon 2026, Diduga Rhabdomyolysis Bincang Mendag Busan dengan UMKM di NTB, Dorong Perluasan Pasar Domestik dan Jajaki Ekspor FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit Saat Rocky Gerung Sebut DPD RI Sebagai Dewan Penuntun Demokrasi RI Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat
EDUKASI

Menteri Pariwisata Kukuhkan 638 Lulusan Poltekpar Bali yang Siap Bersaing di Tingkat Global

Menteri Pariwisata Kukuhkan 638 Lulusan Poltekpar Bali yang Siap Bersaing di Tingkat Global
dok. Kemenpar

Menteri PariwisataWidiyanti Putri Wardhana mengukuhkan 638 lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali dalam wisuda yang berlangsung Kamis(22/10/2026), sebagai bagian dari upayamenyiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global untuk memenuhikebutuhan industri pariwisata yang terusberkembang.
 
Dalam sambutannya, Menteri PariwisataWidiyanti menyampaikan selamat dan apresiasikepada para wisudawan, orang tua, serta seluruhsivitas akademika Poltekpar Bali atas ketekunandan kerja keras mereka.
 
Momentum wisuda tahun ini semakin istimewakarena untuk pertama kalinya Poltekpar Bali meluluskan enam peserta Program RekognisiPembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi Pengelolaan Perhotelan. Program inimemberikan pengakuan terhadap pengalamankerja profesional yang dikonversi menjadi kreditakademik.


 
“Hari ini adalah hari yang membanggakan bagi638 wisudawan dan wisudawati PoliteknikPariwisata Bali. Saudara sekalian memasukidunia profesional pada saat pariwisata Indonesia terus berkembang, semakin berkualitas, dan semakin diakui dunia,” kata Menteri Pariwisata.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pariwisatamenyoroti lima capaian utama yang menjadilandasan optimisme terhadap perkembanganpariwisata Indonesia.
 
1. Pariwisata yang Tangguh

Menteri Pariwisata menyampaikan bahwakunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2025 mencapai 15,39 juta, tumbuh 10,80 persen, sedangkan wisatawan nusantara(wisnus) mencatatkan 1,2 miliar perjalanan, meningkat 17,55 persen dibandingkan tahunsebelumnya.
 
Tren positif berlanjut pada Januari–Agustus2026 dengan 10,58 juta kunjungan wisman, tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Di tengah tekanan geopolitik global, pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi kedua terkuat di antara lima ekonomi terbesar Asia Tenggara.
 
2. Pariwisata yang Berkualitas

Pertumbuhan kunjungan wisatawan turut diikutipeningkatan pengeluaran selama berwisata di Indonesia. Pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisman meningkat 6,36 persendibandingkan periode yang sama tahunsebelumnya.
 
Peningkatan tersebut berkontribusi terhadappenerimaan devisa negara. Pada 2025, devisapariwisata mencapai 18,27 miliar dolar AS atausekitar Rp305,47 triliun, sedangkan pada semester I 2026 tercatat 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun.
 
“Capaian ini menunjukkan bahwa pariwisatasemakin mampu menciptakan nilai ekonomidari setiap kunjungan wisatawan, sekaligusmembuka peluang bagi industri perhotelan, gastronomi, transportasi, ekonomi kreatif, dan usaha masyarakat di destinasi,” kata Menteri Pariwisata.
 
3. Investasi Pariwisata Tumbuh dan Membuka Lapangan Kerja

Menteri Pariwisata mengatakan pertumbuhanekonomi Indonesia pada 2026 rata-rata beradadi atas 5 persen, dengan sektor pariwisatamemberikan kontribusi signifikan terhadapperekonomian nasional.
 
Pada 2025, kontribusi pariwisata terhadapproduk domestik bruto (PDB) mencapai 4,78 persen atau Rp1.138,90 triliun. Sementara pada semester I 2026, kontribusinya berada pada kisaran 4,02 hingga 4,90 persen terhadap PDB nasional.
 
Kepercayaan investor juga terus meningkat. Realisasi investasi pariwisata pada 2025 tumbuh56,05 persen menjadi Rp73,56 triliun. Pertumbuhan berlanjut pada semester I 2026 dengan realisasi Rp39,68 triliun, meningkat16,64 persen dibandingkan periode yang samatahun sebelumnya.
 
Peningkatan investasi membuka lebih banyakkesempatan kerja. Sektor pariwisata menyerap25,91 juta tenaga kerja pada 2025, menjadikannya sektor dengan penyerapantenaga kerja terbesar ketiga di Indonesia.
 
4. Event by Indonesia MenggerakkanEkonomi

Sepanjang 2025 hingga September 2026, Kementerian Pariwisata telah mendukung 377 kegiatan (event).
 
Dari 354 kegiatan yang dikaji, tercatat 23,91 juta pengunjung, keterlibatan 255.646 tenagakerja, 247.455 pelaku seni, 11.558 komunitas, dan 43.493 UMKM, dengan estimasi perputaranekonomi mencapai Rp45,9 triliun.
 
5. Pariwisata Semakin Kompetitif dan Mendunia

Indonesia berhasil meningkatkan posisinya dariperingkat kelima pada 2025 menjadi peringkatkedua dunia dalam Global Muslim Travel Index 2026, dengan skor tertinggi sepanjangkeikutsertaannya.
 
Selain itu, Indonesia berhasil meraih 311 penghargaan internasional dalam dua tahunterakhir.
 
“Kelima perkembangan ini menunjukkan bahwapariwisata Indonesia memiliki fondasi yang semakin kuat dan peluang pertumbuhan yang luas,” kata Menteri Pariwisata.
 
Untuk menjawab kebutuhan pasar global, Kementerian Pariwisata terus meningkatkankualitas pendidikan vokasi dan memperluaskesempatan bagi mahasiswa untuk memperolehpengalaman internasional.
 
Pada periode Juli 2024–Juli 2027, sebanyak1.021 mahasiswa Poltekpar tercatat mengikutiprogram magang di luar negeri, setara 14,36 persen dari total mahasiswa magang.
 
Lulusan Poltekpar juga semakin berkiprah di tingkat internasional, salah satunya melaluiProgram Apprentissage Restauration IndonésieFrance (ARIF) di Prancis, bekerja sama denganKedutaan Besar Prancis, Institut Françaisd’Indonésie, dan CFA Poitiers.
 
Sebanyak lima mahasiswa dari Poltekpar Bali dan NHI Bandung terpilih mengikuti program pendidikan dan magang industri selama duatahun di Prancis.
 
 Di tengah terbukanya peluang karier global, Menteri Pariwisata Widiyanti mengingatkanpara lulusan agar tetap menjunjung tinggikearifan lokal.
 
Filosofi Tri Hita Karana di Bali, yang menekankan keharmonisan hubungan manusiadengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, menjadi landasan penting bagi pembangunanpariwisata yang selaras dengan kelestarianlingkungan dan budaya.
 
“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepadawisudawan dan wisudawati PoliteknikPariwisata Bali, termasuk para lulusan perdanaProgram RPL. Ingatlah, keberhasilan tidakhanya diukur dari seberapa tinggi posisi yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaatyang dapat saudara hadirkan bagi masyarakat,” ucap Menteri Pariwisata.