BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
DAERAH

Saksikan Pesta Adat di Pulau Hiri, Viva Yoga: Kekayaan Budaya Kesultanan Ternate Penting Dijaga dan Dilestarikan

Saksikan Pesta Adat di Pulau Hiri, Viva Yoga: Kekayaan Budaya Kesultanan Ternate Penting Dijaga dan Dilestarikan
dok. Kementrans

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengakui baru kali pertama menginjakan kaki di Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara, 22/8/2027. “Pulau yang indah, dari sini bisa melihat keagungan Gunung Gamalama,” ujarnya.

Kehadiran Viva Yoga di pulau kecil yang bisa dipandang dari Pulau Ternate itu untuk menyaksikan pesta adat masyarakat. Dalam pesta adat digelar tari Salai Jin. Tari ini digelar setiap empat tahun sekali. Tari ini berasal dari Kesultanan Ternate. Selain itu juga digelar kesenian bambu gila, kesenian khas Maluku dan Maluku Utara.

Dalam sambutan, Viva Yoga menegaskan adat dan budaya sangat penting dalam kehidupan masyarakat. “Adat dan budaya merupakan pola bagaimana mengatur hubungan dengan sesama manusia, masyarakat, dan alam semesta,” tuturnya.

Disebut ragam adat dan budaya itu seperti tradisi, ritual, kuliner, bahasa, dan seni. “Itu semua adalah kekayaan yang sangat luar biasa,” ujarnya. Hal demikian menjadi khasanah nasional. Berbagai adat dan budaya itu tumbuh dari Sabang sampai Merauke.

Indonesia dikatakan memiliki 17.503 pulau, ribuan bahasa, suku, dan beragam agama. “Meski beragam namun berkomitmen membentuk satu bangsa,” tegasnya. “Satu bangsa, satu negara, bernama Indonesia,” tambahnya.

Para raja dan sultan berkomitmen menjadi satu Indonesia. Kesultanan Ternate yang berdiri di tahun 1251, semasa dengan Majapahit, sampai saat ini tetap menjaga tradisi, budaya, adat, bahasa, kuliner, dan nilai sosial. “Kekayaan dari Kesultanan Ternate, Kita jaga bahkan dimodifikasi secara digital agar lestari hingga bisa menjadi catatan dunia,” tuturnya.

Dengan pelestarian seperti inilah maka Kesultanan Ternate hidup sepanjang masa dan rakyatnya mencintai dan mempertahankan apa yang ada di kesultanan ini.

Maluku Utara bagi Kementerian Transmigrasi juga sangat penting. Kawasan transmigrasi yang ada di provinsi ini merupakan produsen beras.

Kawasan transmigrasi yang ada di provinsi ini adalah Kawasan Morotai di Kabupaten Morotai, Patlean di Kabupaten Halmahera Timur, Sagea Waleh di Halmahera Tengah, Bacan di Kabupaten Selatan, Payahe di Kota Tidore, Mangoli di Kabupaten Sula, Toliwang di Kabupaten Halmahera Utara, Nusliku di Kabupaten Halmahera Selatan, dan Maba di Kabupaten Halmahera Timur.

Dikatakan kementerian ini mendorong agar kawasan transmigrasi yang ada bisa meningkatkan produktifitas panennya. “Sehingga apa yang dibutuhkan dari kawasan transmigrasi akan Kita realisasikan,” ujarnya.