BERITA TERBARU
Harga Emas Hari Ini Rebound Tipis Usai Anjlok, Level US$4.100 Jadi Sorotan Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran
DAERAH

Saksikan Pesta Adat di Pulau Hiri, Viva Yoga: Kekayaan Budaya Kesultanan Ternate Penting Dijaga dan Dilestarikan

Saksikan Pesta Adat di Pulau Hiri, Viva Yoga: Kekayaan Budaya Kesultanan Ternate Penting Dijaga dan Dilestarikan
dok. Kementrans

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengakui baru kali pertama menginjakan kaki di Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara, 22/8/2027. “Pulau yang indah, dari sini bisa melihat keagungan Gunung Gamalama,” ujarnya.

Kehadiran Viva Yoga di pulau kecil yang bisa dipandang dari Pulau Ternate itu untuk menyaksikan pesta adat masyarakat. Dalam pesta adat digelar tari Salai Jin. Tari ini digelar setiap empat tahun sekali. Tari ini berasal dari Kesultanan Ternate. Selain itu juga digelar kesenian bambu gila, kesenian khas Maluku dan Maluku Utara.

Dalam sambutan, Viva Yoga menegaskan adat dan budaya sangat penting dalam kehidupan masyarakat. “Adat dan budaya merupakan pola bagaimana mengatur hubungan dengan sesama manusia, masyarakat, dan alam semesta,” tuturnya.

Disebut ragam adat dan budaya itu seperti tradisi, ritual, kuliner, bahasa, dan seni. “Itu semua adalah kekayaan yang sangat luar biasa,” ujarnya. Hal demikian menjadi khasanah nasional. Berbagai adat dan budaya itu tumbuh dari Sabang sampai Merauke.

Indonesia dikatakan memiliki 17.503 pulau, ribuan bahasa, suku, dan beragam agama. “Meski beragam namun berkomitmen membentuk satu bangsa,” tegasnya. “Satu bangsa, satu negara, bernama Indonesia,” tambahnya.

Para raja dan sultan berkomitmen menjadi satu Indonesia. Kesultanan Ternate yang berdiri di tahun 1251, semasa dengan Majapahit, sampai saat ini tetap menjaga tradisi, budaya, adat, bahasa, kuliner, dan nilai sosial. “Kekayaan dari Kesultanan Ternate, Kita jaga bahkan dimodifikasi secara digital agar lestari hingga bisa menjadi catatan dunia,” tuturnya.

Dengan pelestarian seperti inilah maka Kesultanan Ternate hidup sepanjang masa dan rakyatnya mencintai dan mempertahankan apa yang ada di kesultanan ini.

Maluku Utara bagi Kementerian Transmigrasi juga sangat penting. Kawasan transmigrasi yang ada di provinsi ini merupakan produsen beras.

Kawasan transmigrasi yang ada di provinsi ini adalah Kawasan Morotai di Kabupaten Morotai, Patlean di Kabupaten Halmahera Timur, Sagea Waleh di Halmahera Tengah, Bacan di Kabupaten Selatan, Payahe di Kota Tidore, Mangoli di Kabupaten Sula, Toliwang di Kabupaten Halmahera Utara, Nusliku di Kabupaten Halmahera Selatan, dan Maba di Kabupaten Halmahera Timur.

Dikatakan kementerian ini mendorong agar kawasan transmigrasi yang ada bisa meningkatkan produktifitas panennya. “Sehingga apa yang dibutuhkan dari kawasan transmigrasi akan Kita realisasikan,” ujarnya.