BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
DAERAH

Kemenkes Pastikan RS Lapangan Ruteng Mulai Berfungsi, Operasi Pasien Anak Berjalan Lancar

Kemenkes Pastikan RS Lapangan Ruteng Mulai Berfungsi, Operasi Pasien Anak Berjalan Lancar
dok. Kemenkes

Rumah Sakit (RS) Lapangan yang dibangun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pusat Krisis Kesehatan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai difungsikan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa. Salah satu pelayanan yang telah dilakukan adalah tindakan operasi terhadap seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang mengalami patah tulang paha akibat gempa, operasi tersebut dilaksanakan pada, Rabu (19/8/2026).

Operasi berupa pemasangan pen pada tulang paha tersebut dilakukan oleh dr. Basuki, dokter spesialis ortopedi dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, di kamar operasi RS Lapangan Ruteng.

dr. Basuki mengatakan keberadaan RS Lapangan sangat membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan, khususnya tindakan operasi, ketika rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya terdampak bencana maupun tidak dapat digunakan secara optimal.

“Hari ini kami baru selesai operasi pemasangan pen di paha seorang anak usia 11 tahun yang patah akibat gempa di kamar operasi Rumah Sakit Lapangan Ruteng yang dimiliki oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan,” ujar dr. Basuki.

Menurutnya, fasilitas RS Lapangan dapat menjadi dukungan penting bagi pelayanan medis di wilayah yang terdampak bencana.

“Fasilitas ini sangat membantu untuk pelayanan kesehatan, terutama untuk operasi ketika rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan yang lain terdampak gempa ataupun tidak dapat digunakan,” katanya.

dr. Basuki berharap fasilitas kesehatan lapangan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan pelayanan kepada lebih banyak masyarakat yang membutuhkan penanganan medis dalam situasi bencana.

Ia juga berharap pasien anak yang telah menjalani operasi dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitasnya.

“Semoga adik ini nanti bisa sehat kembali dan bisa menjadi pelari ulung karena dia adalah seorang anak yang suka berlari,” tutur dr. Basuki.

Beroperasinya kamar operasi tersebut menandai mulai berfungsinya RS Lapangan yang dibangun oleh tim Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai.

Ketua Tim EMT Komposit Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Ruteng Kabupaten Manggarai, dr. Franky Rumondor, mengatakan RS Lapangan tersebut dibangun secara cepat dalam kondisi yang tidak mudah.

“Kami membangun rumah sakit lapangan itu selama kurang lebih hampir 30 jam dini hari dengan kondisi cuaca yang dingin dan dengan 13 personil yang membangun rumah sakit lapangan ini,” ujar dr. Franky.

Sebanyak 13 personel terlibat langsung dalam proses pembangunan RS Lapangan tersebut. Mereka dikerahkan oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.

dr. Franky mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat sehingga RS Lapangan dapat segera digunakan untuk mendukung pelayanan medis bagi masyarakat terdampak.

“Hari ini kami bersyukur telah berlangsung operasi pertama di rumah sakit lapangan yang berada di Stadion Golo Dukal di Kabupaten Manggarai. Dan 13 orang ini adalah orang-orang yang hebat,” katanya.

Menurutnya, pembangunan RS Lapangan merupakan bagian dari upaya respons cepat Kemenkes untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan, terutama ketika fasilitas kesehatan permanen mengalami gangguan akibat gempa.

“Mereka adalah orang-orang yang luar biasa yang dikirimkan oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan untuk membantu masyarakat, saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai,” ujar dr. Franky.

Dengan mulai berfungsinya RS Lapangan, Kemenkes terus memperkuat dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kesinambungan layanan kesehatan, termasuk penanganan pasien yang membutuhkan tindakan medis dan operasi selama proses pemulihan pascabencana.