BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
DAERAH

Cegah Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim, Wamen LH Apresiasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis Universitas Andalas

Cegah Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim, Wamen LH Apresiasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis Universitas Andalas
dok. Kementerian LH

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menekankan pentingnya dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang menjadi pedoman bagi perencanaan pembangunan di daerah. Wamen Diaz juga memberikan apresiasi kepada Universitas Andalas (UNAND) atas inisiatifnya membantu pemerintah daerah dalam merancang KLHS.

“Jadi saya berterima kasih kepada UNAND yang sudah mulai untuk menyusun KLHS, bersama KLH, semoga ini bisa menjadi pedoman untuk penyusunan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan juga kita bisa mitigasi ancaman dari perubahan iklim,” ujar Wamen Diaz menyampaikan pesan tersebut saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Tata Lingkungan KLH/BPLH di Universitas Andalas, Kota Padang. 

Dalam sambutannya, Wamen Diaz menyampaikan bahwa saat ini tutupan vegetasi di berbagai daerah di Pulau Sumatera mulai berkurang, khususnya di daerah aliran sungai yang dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir. 

“Saya juga catat banyak tutupan lahan dan vegetasi yang berkurang, baik di DAS Aceh atau Sumatera Utara, disini (Sumatera Barat) pun juga, dari 18 DAS sudah berkurang sekitar 9.000 ha, sejak 2009 hingga 2024,” jelas Wamen Diaz. 

Selain KLHS, Wamen Diaz turut mengajak mahasiswa untuk berkontribusi dalam memitigasi dampak perubahan iklim melalui langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan setiap hari, mulai dari mengurangi sampah hingga bijak dalam menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Untuk apa yang bisa mahasiswa lakukan, menggunakan transportasi publik, jangan konsumtif, makan juga jangan sampai tersisa karena itu jadi gas metana, tapi yang paling penting, kita harus lebih bijak dalam menggunakan AI (artificial intelligence), karena AI itu setiap dia belajar menghabiskan listrik dan air yang luar biasa banyak, jadi jangan sampai kita terperangkap dengan penggunaan AI,” ajak Wamen Diaz. 

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menyampaikan dukungannya terhadap aspirasi Wamen Diaz agar Universitas Andalas dapat terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan berkembang sebagai universitas hijau.

“UNAND sudah punya pusat pengelolaan sampah terpadu dan kita punya target zero waste, saat ini kami belum mencapai target tapi kami sudah mulai dan punya konsep pengelolaan sampah terpadu, salah satunya sampah daun dan ranting kita olah, kemudian diberikan kepada Semen Padang sebagai offtaker untuk substitusi Batubara,” ungkap Efa Yonnedi.