BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026
DAERAH

Cegah Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim, Wamen LH Apresiasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis Universitas Andalas

Cegah Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim, Wamen LH Apresiasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis Universitas Andalas
dok. Kementerian LH

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menekankan pentingnya dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang menjadi pedoman bagi perencanaan pembangunan di daerah. Wamen Diaz juga memberikan apresiasi kepada Universitas Andalas (UNAND) atas inisiatifnya membantu pemerintah daerah dalam merancang KLHS.

“Jadi saya berterima kasih kepada UNAND yang sudah mulai untuk menyusun KLHS, bersama KLH, semoga ini bisa menjadi pedoman untuk penyusunan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan juga kita bisa mitigasi ancaman dari perubahan iklim,” ujar Wamen Diaz menyampaikan pesan tersebut saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Tata Lingkungan KLH/BPLH di Universitas Andalas, Kota Padang. 

Dalam sambutannya, Wamen Diaz menyampaikan bahwa saat ini tutupan vegetasi di berbagai daerah di Pulau Sumatera mulai berkurang, khususnya di daerah aliran sungai yang dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir. 

“Saya juga catat banyak tutupan lahan dan vegetasi yang berkurang, baik di DAS Aceh atau Sumatera Utara, disini (Sumatera Barat) pun juga, dari 18 DAS sudah berkurang sekitar 9.000 ha, sejak 2009 hingga 2024,” jelas Wamen Diaz. 

Selain KLHS, Wamen Diaz turut mengajak mahasiswa untuk berkontribusi dalam memitigasi dampak perubahan iklim melalui langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan setiap hari, mulai dari mengurangi sampah hingga bijak dalam menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Untuk apa yang bisa mahasiswa lakukan, menggunakan transportasi publik, jangan konsumtif, makan juga jangan sampai tersisa karena itu jadi gas metana, tapi yang paling penting, kita harus lebih bijak dalam menggunakan AI (artificial intelligence), karena AI itu setiap dia belajar menghabiskan listrik dan air yang luar biasa banyak, jadi jangan sampai kita terperangkap dengan penggunaan AI,” ajak Wamen Diaz. 

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menyampaikan dukungannya terhadap aspirasi Wamen Diaz agar Universitas Andalas dapat terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan berkembang sebagai universitas hijau.

“UNAND sudah punya pusat pengelolaan sampah terpadu dan kita punya target zero waste, saat ini kami belum mencapai target tapi kami sudah mulai dan punya konsep pengelolaan sampah terpadu, salah satunya sampah daun dan ranting kita olah, kemudian diberikan kepada Semen Padang sebagai offtaker untuk substitusi Batubara,” ungkap Efa Yonnedi.