BERITA TERBARU
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan Mentan Amran Percepat Penyaluran SPHP Jagung, Peternak Lebih Mudah Akses Pakan China Targetkan Matahari Buatan BEST Rampung 2027, Listrik Fusi Mulai Diuji 2030 Temui Peternak Pukul 06.00, Mentan Amran Berikan Solusi Serap Jagung Tekan Biaya Pakan Mentan Amran Berikan Solusi Permanen ke Peternak Lewat Ekosistem Terintegrasi John Herdman Bidik Timnas Indonesia Tembus Empat Besar Asia Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT Wali Kota Saint-Denis Lindungi Pelajar dari Polisi, Ikut Disasar Gas Air Mata Optimalkan Potensi Sumur Idle, HWU Elnusa Dukung Produksi Migas dan Ketahanan Energi Nasional Layani Ratusan Transaksi Setiap Hari, BRILink Agen Nova Yulianti Dekatkan Akses Keuangan di Muara Enim
SPORT

John Herdman Bidik Timnas Indonesia Tembus Empat Besar Asia

John Herdman Bidik Timnas Indonesia Tembus Empat Besar Asia
dok. liputan6.com

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan ambisi besarnya untuk membawa skuad Garuda menembus empat besar Asia. Pelatih asal Inggris tersebut menilai Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Asia sekaligus mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia.

Herdman mulai menangani Timnas Indonesia pada Januari 2026 dengan kontrak hingga Januari 2028. Selama masa kepemimpinannya, ia ingin meningkatkan posisi Indonesia di peringkat FIFA dan membangun tim yang mampu bersaing secara konsisten di kompetisi internasional.

“Talenta kita sudah menuju ke sana untuk menjadi tim empat besar di AFC, tapi pengalaman tampil di Piala Dunia adalah misi yang sedang kami kejar juga,” kata Herdman kepada CNN Indonesia TV, Kamis (8/10).

Menurut Herdman, target tersebut bukan sekadar ambisi jangka pendek. Ia ingin para pemain Timnas Indonesia memiliki mentalitas untuk terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang sudah diraih.

Pelatih berusia 51 tahun itu juga meminta skuad Garuda menjadikan keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai modal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Menurutnya, perjalanan Indonesia untuk bersaing di level Asia membutuhkan kerja keras dan konsistensi dari seluruh elemen tim.

“Juara [FIFA ASEAN Cup 2026] adalah pengakuan dari hasil kerja keras yang berasal dari kerja sama kolektif. Ini bukan hanya tentang 23 pemain dan seorang pelatih, tapi ada peran dari PSSI, Erick [Thohir], dan para Exco yang membuat sistem, struktur, dan membawa wajah-wajah baru untuk mengisi kekosongan,” ujarnya.

Herdman kemudian mencontohkan pengalamannya ketika menangani timnas Kanada. Ia menilai peningkatan peringkat Kanada menjadi bukti bahwa sebuah tim nasional dapat berkembang pesat melalui perencanaan dan kerja kolektif.

“Saya tidak ragu. Selama saya [melatih] di Kanada, kami naik dari peringkat ke-97 menuju ke-32. Kami sempat jadi tim semenjana yang tidak lolos ke Piala Dunia dan jadi peringkat ketujuh atau ke delapan di CONCACAF, lalu jadi yang pertama di CONCACAF. Semuanya mungkin,” tutur Herdman.

Ia menegaskan bahwa pola pikir tersebut perlu ditanamkan kepada para pemain Indonesia agar mereka berani memasang target lebih tinggi.

“Ini pola pikir yang harus ditanamkan kepada pemain. Kami ingin membawa tim ini ke level konsisten berada di empat besar dan langganan peserta Piala Dunia,” tegasnya.

Dengan target tersebut, Herdman berharap Timnas Indonesia tidak hanya mampu bersaing di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Asia.