BERITA TERBARU
YouTube Ubah Algoritma Shorts, Konten Reupload Bakal Dibatasi BAZNAS Berhasil Kembangkan Usaha Mi Ayam UMKM Binaan hingga Raih Omzet Rp18 Juta Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan Enam Wilayah KAI Catat Pertumbuhan Dua Digit, Mobilitas Kereta Api Menguat dari Jawa hingga Sumatra Mantan Anggota CIA Ditangkap, 300 Batang Emas Senilai Rp716 Miliar Disita Syahrini Ungkap Alasan Kembali ke Panggung Setelah 7 Tahun Hiatus Bersertifikat Hijau dan Terkurasi, Furnitur dan Kriya Berdaya Saing Tinggi Siap Tampil di TEI ke-41 Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut Menaker Tegaskan Pelatihan Vokasi Jadi Bekal Hadapi Dunia Kerja Kanwil BPN DKI Jakarta Serahkan 25 Sertipikat Hak Pakai Aset Pemprov DKI Senilai Rp1,1 Triliun
EDUKASI

Menaker Tegaskan Pelatihan Vokasi Jadi Bekal Hadapi Dunia Kerja

Menaker Tegaskan Pelatihan Vokasi Jadi Bekal Hadapi Dunia Kerja
dok. Kemnaker

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pelatihan vokasi menjadi bekal penting bagi angkatan kerja untuk menghadapi dunia kerja. Melalui pelatihan yang memberikan keterampilan praktis, masyarakat dapat meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional di Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (7/10/2026).

Pada gelombang kali ini, Satpel PVP Bantul melatih 96 peserta yang dipersiapkan menjadi tenaga kerja kompeten maupun wirausaha mandiri. Pelatihan mencakup tujuh kejuruan yang disesuaikan dengan permintaan pasar.

“Pemerintah terus berkomitmen memfasilitasi masyarakat untuk melakukan skilling, upskilling, maupun reskilling. Kehadiran 96 peserta ini menunjukkan tingginya kesadaran mereka untuk menjadikan keahlian teknis sebagai bekal memenangkan persaingan di dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” ujar Yassierli di lokasi pelatihan.

Tujuh kejuruan tersebut meliputi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dengan materi desain grafis dan office advance; Garmen Apparel, yang mencakup menjahit fashion dan mesin industri; serta Tata Boga untuk pengolahan makanan dan bakery.

Pelatihan juga mencakup Tata Kecantikan dengan materi make-up dan tata rambut; Otomotif untuk servis motor konvensional dan injeksi; Teknik Las Manufaktur (SMAW); serta Teknik Listrik dan Refrigerasi untuk instalasi penerangan dan teknisi AC.

Yassierli mengimbau masyarakat, terutama generasi muda yang sedang mencari kerja atau ingin beralih profesi, untuk memanfaatkan program pelatihan vokasi gratis yang disediakan pemerintah.

Informasi pendaftaran, ketersediaan kuota, dan pemilihan kejuruan dapat diakses melalui platform resmi SIAPkerja (kemnaker.go.id) pada menu “Skillhub”. Kemudahan akses tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Ke depan, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan balai-balai pelatihan vokasi di berbagai daerah terus bertransformasi menjadi pusat inkubasi talenta unggul yang adaptif terhadap dinamika pekerjaan masa depan.