BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
OTOMOTIF

Panduan Lengkap Naik MRT Jakarta Dari Beli Tiket Hingga Turun di Tujuan

Panduan Lengkap Naik MRT Jakarta Dari Beli Tiket Hingga Turun di Tujuan
PANDUAN LENGKAP NAIK MRT JAKARTA (Foto/Pinterest)

MRT Jakarta kini menjadi andalan warga ibu kota untuk bergerak cepat, nyaman, dan bebas kemacetan. Jalur utara–selatan sepanjang 16 kilometer yang menghubungkan Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Bundaran HI dilengkapi 13 stasiun, beroperasi setiap hari dari pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.

Bagi yang baru pertama kali naik, berikut panduan lengkapnya.Transportasi rel cepat berbasis kereta listrik yang melintasi jantung ibu kota, sebagian jalur di bawah tanah, sebagian lagi di atas jembatan. Tarif dihitung berdasarkan jarak tempuh, berkisar antara Rp3.000 hingga Rp14.000 per perjalanan.

Sistem pembayarannya bisa menggunakan kartu uang elektronik (e-Money, Flazz, TapCash, JakLingko), tiket sekali jalan, atau pemindaian kode QR lewat aplikasi MRT-J.Semua kalangan tanpa batasan usia bisa naik MRT Jakarta. Lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak-anak mendapat prioritas tempat duduk khusus di setiap gerbong.

Anak di bawah 90 sentimeter tinggi badannya bebas biaya dengan didampingi orang dewasa.Rutenya pun dimulai dari ujung selatan di Lebak Bulus, berhenti berturut-turut di Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, ASEAN, Blok M BCA, lalu masuk ke terowongan bawah tanah hingga Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan berakhir di Bundaran HI.

Dari ujung ke ujung hanya butuh waktu 30–35 menit, jauh lebih cepat dibandingkan kendaraan di jalan raya saat jam sibuk. Kereta datang setiap 5 menit pada jam puncak (07.00–09.00 dan 17.00–19.00) serta setiap 10 menit di luar jam sibuk.

Berikut langkah demi langkah:

1. Datang ke stasiun, cari mesin tiket atau gearbang masuk.

2. Beli tiket sekali jalan di mesin atau tempelkan kartu elektronik di pembaca gerbang.

3. Ikuti petunjuk arah menuju peron, perhatikan papan nama arah ke Lebak Bulus atau ke Bundaran HI agar tidak salah naik.

4. Berdiri di belakang garis kuning, biarkan penumpang turun dulu sebelum masuk.

5. Di dalam kereta, perhatikan pemberitahuan suara dan layar pemberhentian.

6. Saat keluar, tempelkan kartu lagi di gerbang keluar.

Untuk tiket sekali jalan, kartu akan ditarik mesin secara otomatis. “Sistemnya sangat mudah, tinggal masuk dan keluar. Kalau pakai kartu uang elektronik, tidak perlu antre beli tiket, tinggal tempel saja.

Sangat membantu warga yang buru-buru ke kantor,” ujar perwakilan MRT Jakarta sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat pada Januari 2026.

MRT Jakarta terus mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal, memastikan saldo kartu cukup, dan mengecek pembaruan jadwal lewat aplikasi resmi MRT-J agar perjalanan berjalan lancar tanpa hambatan.

Kategori: Otomotif