BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
NASIONAL

Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol

Kementerian PU Salurkan 11.800 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jonggol
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan langkah tanggap dalam menghadapi dampak musim kemarau dan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. 

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan BBWS Ciliwung Cisadane, Kementerian PU menyalurkan total 11.800 liter air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air.

Salah satu penanganan dilakukan di Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. BBWS Citarum melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana menyalurkan sebanyak 3.800 liter air bersih kepada masyarakat pada 31 Agustus 2026. Sementara itu, BBWS Ciliwung Cisadane turut memberikan dukungan penyaluran air bersih sebanyak 8.000 liter.

Air bersih untuk masyarakat Desa Weninggalih bersumber dari PDAM setempat dan didistribusikan menggunakan mobil tangki air. Penyaluran dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kekeringan di kawasan permukiman yang menyebabkan masyarakat mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian penting dalam penanganan kekeringan, terutama ketika sumber air yang selama ini digunakan masyarakat mulai mengering akibat musim kemarau.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya. Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kita akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.

Musim kemarau menyebabkan sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Kementerian PU melalui unit pelaksana teknis di daerah akan terus memantau kondisi di wilayah terdampak dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat serta kondisi di lapangan.