BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
DAERAH

Mentan Berhenti di Sawah Karawang, Beri Combine Harvester untuk Buruh Tani dan Ganti Traktor yang Dicuri

Mentan Berhenti di Sawah Karawang, Beri Combine Harvester untuk Buruh Tani dan Ganti Traktor yang Dicuri
dok. Kementan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan respons cepat saat menemukan langsung kondisi buruh tani di tengah kunjungan kerjanya di Karawang Timur, Jawa Barat. Ketika melintas di area persawahan Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, rombongan Mentan berhenti setelah melihat sejumlah buruh tani tengah bekerja.

Mentan Amran kemudian turun dari kendaraan dan berbincang langsung dengan para buruh tani. Dalam perbincangan tersebut, terungkap bahwa sebagian besar mereka tidak memiliki lahan sawah sendiri dan selama ini mengandalkan pekerjaan sebagai buruh panen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mentan Amran juga mendapat informasi bahwa alat pertanian yang biasa digunakan kelompok tersebut hilang dicuri pada malam 17 Agustus. Mendengar kondisi tersebut, Mentan Amran langsung menyatakan akan mengganti alat yang hilang.

“Kalau tidak dapat, digantikan. Hilang, sudah. Nanti kita ganti,” ujar Mentan Amran, Senin (31/8) 

Selain mengganti alat yang hilang, Mentan Amran juga memberikan combine harvester kepada buruh tani untuk dikelola dan dimanfaatkan bersama. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan panen, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi para buruh tani.

“Yang diprioritaskan yang tidak punya alat. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine,” tegas Mentan Amran.

Mentan Amran menjelaskan, combine harvester tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu panen masyarakat di sekitar dengan sistem jasa. Dengan kapasitas kerja yang besar, alat tersebut dapat menggarap beberapa hektare dalam sehari sehingga berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok.

“Ini nanti dipakai dan disewakan ke masyarakat. Bisa lima hektare, sepuluh hektare satu hari,” katanya.

Mentan Amran juga meminta agar combine harvester dikelola secara bersama dan hasilnya dibagikan secara adil kepada seluruh anggota kelompok yang baru terbentuk di lapangan itu. Sebagian pendapatan dapat digunakan untuk biaya operasional, sementara hasil bersihnya menjadi tambahan penghasilan anggota.

“Misalnya dapat lima hektare, berarti dapat Rp10 juta. Rp3 juta disimpan untuk beli bensin, yang Rp7 juta dibagi untuk 10 orang. Berarti Rp700 ribu satu orang per hari,” jelas Mentan Amran.

Mentan Amran menekankan agar bantuan tersebut tidak dikuasai oleh individu, melainkan dimanfaatkan secara bersama-sama sehingga seluruh buruh tani yang tergabung dapat merasakan manfaatnya.

“Bagi hasil, bagi rata. Semua ikut. Jangan ada yang ditinggal,” tegasnya.

Bagi para buruh tani, bantuan tersebut langsung membangkitkan semangat untuk meningkatkan produktivitas. Ibu Julaiha, buruh tani dari Desa Tegal Sawah mengaku bersyukur karena Mentan Amran tidak hanya memberikan combine harvester, tetapi juga berencana mengganti alat pertanian yang hilang.

“Bapak tadi langsung combine, kemudian langsung juga (mau mengganti) alat tani saya yang hilang pas 17 Agustus malamnya. Insyaallah mau diganti,” ujar Julaiha.

Menurut Julaiha, keberadaan alat pertanian tersebut membuat para buruh tani semakin bersemangat dalam bekerja. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meningkatkan produktivitas mereka di lapangan.

“Mudah-mudahan dengan adanya alat jadi lebih produktif. Lebih semangat lagi buat kami di sini,” katanya.

Julaiha juga menyampaikan terima kasih kepada Mentan Amran atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada para buruh tani.

“Terima kasih buat Pak Menteri Amran. Atas bantuannya kepada para petani, saya banyak terima kasih. Semoga sejahtera Pak Amran dan Pak Presiden juga. Pak Amran, Menteri Pertanian, luar biasa,” ujarnya.

Buruh tani, Engkus, juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian Mentan Amran dan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan bersama untuk meningkatkan penghasilan.

“Alhamdulillah. Bantuan ini semoga bisa dimanfaatkan oleh kita semua. Nanti akan digunakan beberapa orang di sini,” ujarnya.

Mentan Amran mengatakan pemerintah terus berupaya memastikan mekanisasi pertanian memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi buruh tani yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses produksi pangan.

Menurutnya, alsintan bukan hanya instrumen untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pekerjaan di sawah, tetapi juga dapat menjadi sarana menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat pertanian.

Kehadiran Mentan Amran di tengah aktivitas buruh tani tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah ingin melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Persoalan yang ditemukan dalam kunjungan kerja dapat segera ditindaklanjuti agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani dan buruh tani.

Dengan combine harvester yang dikelola bersama serta penggantian alat yang hilang, para buruh tani di Karawang Timur diharapkan semakin produktif, memiliki peluang pendapatan baru, dan semakin kuat dalam mendukung produksi pangan nasional.