BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
DAERAH

Panen Raya Lumbung Pangan BAZNAS di Pesawaran, Petani Tunaikan Zakat Pertanian Rp12,2 juta

Panen Raya Lumbung Pangan BAZNAS di Pesawaran, Petani Tunaikan Zakat Pertanian Rp12,2 juta
dok. Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama para petani binaan sukses menggelar Panen Raya Lumbung Pangan Padi yang dirangkaikan dengan penyerahan zakat pertanian senilai Rp12,2 juta di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (3/9/2026).

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyebut program Lumbung Pangan BAZNAS senilai Rp279,5 juta yang berjalan sejak tahun 2025 ini telah sukses mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian di wilayah tersebut.

“Zakat ini ada dua bentuk, yakni zakat konsumtif yang langsung dikonsumsi, serta zakat produktif. Program lumbung pangan yang hari ini dilakukan panen raya merupakan bentuk zakat produktif yang dapat meratakan kesejahteraan bagi para mustahiknya,” jelas Idy yang menghadiri agenda panen raya tersebut.

Selain menghasilkan panen raya, Idy menyebut keberhasilan program pemberdayaan ini juga dapat dilihat dari kesadaran para petani binaan untuk menunaikan zakat pertanian dengan total nilai mencapai Rp12,2 juta.

Idy mengimbau seluruh masyarakat dan muzaki di Kabupaten Pesawaran untuk menyalurkan kewajiban zakatnya melalui lembaga amil resmi agar potensi dana yang ada dapat terkelola secara optimal.

Langkah ini penting dilakukan karena pengelolaan zakat yang terorganisasi dan terkonsolidasi dinilai jauh lebih efektif dalam memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat luas.

“Penyaluran zakat tidak melalui BAZNAS atau lembaga amil resmi itu kurang tepat karena potensi zakat tidak bisa dikonsolidasikan dan dikolaborasikan menjadi hal yang berdampak,” ujar Idy.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Program Lumbung Pangan BAZNAS yang dinilai memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

“Zakat tidak lagi sekadar bantuan konsumtif, tetapi telah bertransformasi menjadi modal kemandirian ekonomi, khususnya dalam konteks sektor pertanian,” ujar Nanda Indira.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran H. A. Hamid S., S.H., M.M. mengatakan program pemberdayaan ini tidak hanya menguatkan ketahanan pangan daerah, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan serta kesadaran berzakat para petani penggarap setempat.

“Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, program ini tidak sekadar memberi makan sehari, melainkan menanam benih kemandirian yang menguatkan ekonomi umat secara berkelanjutan,” jelasnya. 

Acara panen raya tersebut turut dihadiri oleh Kepala Divisi Usaha Pertanian dan Perikanan BAZNAS RI Tatiek Kancaniati, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Pesawaran.

Selain jajaran BAZNAS, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Pesawaran M. Nasir, S.I.Kom., M.M., jajaran Forkopimda Pesawaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran H. Farid Wajedi, S.Ag., M.Kom.I., Ketua Gapoktan Makarti Jaya Haryanto, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Pesawaran, Pimpinan CWS Penyuluh Kabupaten Pesawaran, Pimpinan Balai Penyuluh Pertanian Gedong Tataan, serta para petani, kelompok tani hingga para tokoh masyarakat setempat.