BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
EKONOMI

Hadiri Forum Kakao dan Kelapa Sawit, Mendag Budi Santoso Dorong Peningkatan Nilai Tambah dan Keberlanjutan

Hadiri Forum Kakao dan Kelapa Sawit, Mendag Budi Santoso Dorong Peningkatan Nilai Tambah dan Keberlanjutan
dok. Kemendag

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa Indonesia terus menerapkan strategi peningkatan nilai tambah pada komoditas kakao dan kelapa sawit guna menjawab ketatnya persaingan pasar global. Komitmen ini diwujudkan melalui dorongan konsisten terhadap penerapan prinsip ketertelusuran (traceability) dan keberlanjutan (sustainability) di kedua sektor tersebut. Melalui upaya ini, Mendag Busan berharap produk-produk Indonesia, termasuk kakao dan kelapa sawit, makin berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Mendag Budi Santoso saat memberikan pidato kunci pada Regional Learning Forum on Sustainable Commodities di Jakarta, Kamis, (27/8). Forum ini dihadiri para pemangku kepentingan kakao dan kelapa sawit dari dalam dan luar negeri, mulai dari unsur pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, eksportir, hingga akademisi.

“Persaingan pasar global saat ini makin kompetitif. Pembeli tidak hanya melihat harga, tetapi juga menuntut keberlanjutan, keamanan pangan, dan keandalan rantai pasok. Oleh karena itu, strategi ekspor Indonesia pun perlu difokuskan pada peningkatan nilai tambah, pemenuhan standar internasional, diversifikasi pasar ekspor, serta optimalisasi berbagai perjanjian perdagangan internasional,” kata Mendag Busan.

Mendag Busan pun mencontohkan kinerja ekspor kakao yang makin berdaya saing. Pada 2021–2025, permintaan pasar dunia terhadap kakao Indonesia menunjukkan kinerja yang positif. Pada 2025, nilai ekspor kakao Indonesia tercatat sebesar USD 3,6 miliar, melonjak dari 2021 yang sebesar USD 1,21 miliar. Ekspor tersebut kini makin didominasi oleh produk kakao olahan yang menunjukkan keberhasilan kebijakan hilirisasi industri nasional dalam menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam.

Selain itu, Indonesia telah diakui oleh Organisasi Kakao Internasional (International Cocoa Organization/ICCO) sebagai produsen kakao bercita rasa khas (fine flavour cocoa). Pengakuan ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar kakao premium melalui inovasi, perlindungan indikasi geografis, dan praktik produksi yang berkelanjutan.

Perluasan Pasar melalui Perjanjian Dagang dan Pameran

Mendag Busan menyampaikan bahwa perjanjian perdagangan merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong keterbukaan akses pasar dan penguatan daya saing produk Indonesia. Saat ini, sebanyak 25 perjanjian perdagangan internasional telah diimplementasikan, 2 perjanjian dalam proses ratifikasi, dan 13 lainnya masih dalam tahap perundingan. Kementerian Perdagangan juga terus mendorong percepatan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk meningkatkan daya saing serta akses pasar produk kakao dan sawit nasional.

“Untuk mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan, pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan fasilitasi perdagangan yang disediakan Kemendag melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor,” kata Mendag Busan.

Mendag Busan menjelaskan bahwa perwakilan perdagangan RI siap membantu pelaku usaha mempromosikan produk nasional, mengidentifikasi peluang pasar di negara tujuan ekspor, serta memfasilitasi kegiatan penjajakan bisnis (business matching). Sepanjang Januari–Juli 2026, Kemendag telah memfasilitasi business matching yang melibatkan 1.021 pelaku usaha dengan potensi transaksi mencapai USD 275,61 juta.

Penguatan promosi produk Indonesia ke pasar global juga terus digencarkan melalui pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI). Pada penyelenggaraan TEI 2025, total transaksi yang berhasil dibukukan mencapai USD 22,8 miliar, dengan USD 474,7 juta di antaranya disumbangkan oleh produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mendag Busan pun mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor kakao dan kelapa sawit untuk berpartisipasi serta menyaksikan langsung daya saing produk-produk unggulan Indonesia dalam ajang tersebut. 

“Nilai transaksi tersebut membuktikan besarnya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk Indonesia. Kami mengundang Bapak dan Ibu pemangku kepentingan kakao dan kelapa sawit untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan dilaksanakan pada 14–18 Oktober 2026, sekaligus menyaksikan langsung produk-produk unggulan Indonesia,” ujar Mendag Busan.