Dana Donasi Rp80,9 Juta Terkunci! Rekening Aktivis Jelang Demo 27 Agustus Diblokir
Bayuwagi, DARIM.ID –
Jelang rencana aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026, kabar mengejutkan datang dari Jakarta.Rekening yang digunakan untuk menampung donasi masyarakat guna membiayai kebutuhan logistik dan akomodasi massa demonstran asal Pati, Jawa Tengah, mendadak diblokir oleh Bank Mandiri pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Di dalamnya tersimpan saldo mencapai Rp80.935.479, gabungan dari uang pribadi dan sumbangan sukarela warga.
Pemblokiran menimpa rekening atas nama Supriyono, akrab disapa Botok, koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Saat hendak melakukan transaksi untuk kebutuhan rombongan yang telah tiba di Jakarta, ia mendapati saldo tak dapat diakses. Secara bersamaan, akun media sosial miliknya juga mengalami gangguan.
Puluhan warga asal Pati yang telah berada di Jakarta untuk mengikuti aksi pada 27 Agustus menjadi pihak yang paling merasakan dampak. Dana yang terkunci seharian ini diperuntukkan bagi konsumsi, transportasi, dan tempat tinggal selama mereka berjuang menyuarakan aspirasi di ibu kota.
Pemblokiran tercatat terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026, lima hari sebelum aksi direncanakan. Lokasi kejadian berpusat di Jakarta, namun dana tersebut dikumpulkan dari masyarakat Pati dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.
Mengutip dari Jatimtimes, pihak Bank Mandiri melalui Corporate Secretary, Adhika Vista, memberikan penjelasan resmi terkait pemblokiran. “Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pembekuan bukan atas inisiatif bank semata, melainkan atas dasar permintaan resmi pihak berwenang. Namun hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai alasan hukum spesifik yang melandasi permintaan tersebut.
Supriyono juga menyampaikan keterkejutannya kepada awak media dengan pernyataan yang dikutip Suara.com. “Tadi malam itu secara tiba-tiba akun TikTok saya keblokir, terus saya mau transfer anak saya, ternyata juga keblokir. Loh, kok saldo terblokir Rp80 juta 900 sekian?” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dana tersebut merupakan gabungan uang pribadi dan donasi warga yang dipercayakan kepadanya untuk kebutuhan bersama. Kendati demikian, Supriyono menyatakan belum akan melakukan klarifikasi ke bank pada akhir pekan ini dan memilih memfokuskan perhatian pada pelaksanaan aksi tanggal 27 Agustus.
Hingga berita ini diturunkan, rekening senilai Rp80,9 juta itu masih terkunci dan belum dapat digunakan. Massa AMPB menyatakan tetap akan melaksanakan aksi pada 27 Agustus 2026 dengan mengandalkan solidaritas warga setempat. Kasus ini pun memicu perbincangan luas di masyarakat mengenai batasan kebebasan berpendapat dan akses terhadap layanan keuangan bagi warga yang hendak menyampaikan aspirasi secara damai.


