BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
TRAVEL

Rumah Bersejarah Mohammad Hatta di Bukit Tinggi, Jejak Sang Bapak Koperasi yang Tetap Terjaga

Rumah Bersejarah Mohammad Hatta di Bukit Tinggi, Jejak Sang Bapak Koperasi yang Tetap Terjaga
Rumah Bersejarah Mohammad Hatta di Bukit Tinggi (Foto/Pinterest)

Rumah kediaman tokoh proklamator dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, yang terletak di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, kini tetap berdiri tegak sebagai saksi bisu perjalanan sejarah bangsa. Rumah yang memiliki arsitektur khas Minangkabau dengan dinding kayu dan atap melengkung itu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat di mana Bung Hatta pernah menghabiskan masa kecil hingga remaja, serta kembali menetap di beberapa kesempatan.

Bangunan ini kini dirawat dan dibuka untuk umum sebagai situs bersejarah agar generasi penerus dapat mengenal lingkungan tempat tumbuhnya salah satu putra terbaik bangsa.Rumah tersebut merupakan kediaman keluarga Mohammad Hatta, tempat kelahiran dan tempat tumbuhnya Bapak Koperasi Indonesia sekaligus Proklamator Kemerdekaan, Mohammad Hatta.

Pengelolaan dan perawatan bangunan kini dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukit Tinggi bersama keluarga dan tim pelestarian cagar budaya setempat.Rumah tersebut dibangun pada akhir abad ke-19, tepatnya menjadi tempat kelahiran Mohammad Hatta pada 12 Agustus 1902. Sejak saat itu, bangunan ini terus berdiri dan mengalami perawatan berkala agar tetap kokoh dan lestari. Hingga saat ini, rumah tersebut tetap terbuka untuk dikunjungi wisatawan sepanjang tahun.

Rumah kelahiran Mohammad Hatta terletak di kawasan Bukit Tinggi, Sumatera Barat, tepatnya di jalan yang kini bernama Jalan Soekarno-Hatta, kawasan yang asri dan tenang di kota berudara sejuk itu. Lokasinya mudah dijangkau dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang paling dicari di Bukit Tinggi.

Rumah ini dijaga dan dilestarikan karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Di sinilah Bung Hatta tumbuh, dibesarkan dalam suasana budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi keadilan, kemandirian, dan kejujuran. Nilai-nilai inilah yang kelak membentuk watak dan pemikirannya sebagai negarawan yang dihormati sepanjang masa.

Oleh karena itu, rumah ini tidak boleh hilang atau rusak, karena menjadi bukti nyata dari mana pemikiran dan karakter Bung Hatta bermula.Rumah kelahiran Bung Hatta tampil sederhana namun memancarkan keagungan. Bangunan berbentuk rumah panggung dengan tiang-tiang kayu yang kokoh, dinding berukir sederhana, dan atap yang melengkung khas arsitektur rumah Gadang. Di dalamnya tersimpan sejumlah benda bersejarah berupa perabotan asli, foGadang

o masa kecil, serta peninggalan Bung Hatta lainnya. Pengunjung dapat berjalan menyusuri ruangan demi ruangan, membaca keterangan sejarah yang tersedia, serta merasakan suasana tempat di mana tokoh besar itu pertama kali melihat dunia. Setiap sudut rumah ini seakan bercerita tentang kesederhanaan yang menjadi ciri khas Bung Hatta seumur hidup.

Dikutip dari Kompas.com, bahwa rumah ini sengaja tidak dimewah-mewahkan, karena kesederhanaan yang tercermin dari setiap sudutnya adalah cerminan dari jiwa Bung Hatta yang sebenarnya. Rumah sederhana di Bukit Tinggi itu kini berdiri bukan sekadar bangunan kayu, melainkan warisan luhur yang mengingatkan kita: kemegahan seseorang tidak diukur dari kemewahan rumahnya, melainkan dari kebesaran jiwa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.