BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
TRAVEL

Istana Kerajaan Seoul Kembali Ramai, Jejak Sejarah Dinasti Joseon Diserbu Wisatawan

Istana Kerajaan Seoul Kembali Ramai, Jejak Sejarah Dinasti Joseon Diserbu Wisatawan
Istana Kerajaan Seoul Kembali Ramai (Foto/Unsplash)

Kompleks istana kerajaan bersejarah di Seoul, Korea Selatan, terutama Istana Gyeongbokgung, Changdeokgung, dan Deoksugung kini kembali dibanjiri kunjungan wisatawan. Setelah masa pembatasan yang berlangsung beberapa tahun, jumlah pengunjung melonjak tajam, bahkan melampaui angka sebelum pandemi. Para pengunjung datang bukan sekadar berfoto, melainkan menyaksikan langsung kemegahan arsitektur kuno, menyaksikan upacara pergantian penjaga yang legendaris, serta mengenakan pakaian tradisional hanbok sambil berkeliling halaman istana yang luas dan indah.

Pengelola situs istana ini adalah Badan Warisan Budaya Kerajaan Korea Selatan di bawah naungan Kementerian Warisan Budaya. Wisatawan yang berkunjung berasal dari seluruh dunia, dengan jumlah terbesar dari Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, serta wisatawan lokal warga Korea Selatan.

Lonjakan kunjungan terjadi sepanjang tahun 2026, terutama pada musim semi dan gugur saat pepohonan berubah warna menjadi indah. Setiap hari, ribuan orang mengantre sejak pagi agar dapat menikmati suasana istana sebelum kawasan menjadi terlalu padat. Upacara pergantian penjaga berlangsung setiap hari kecuali Selasa, pada pukul 10.00 dan 14.00 waktu setempat.

Istana-istana bersejarah ini tersebar di pusat kota Seoul. Gyeongbokgung, istana utama dan terbesar, berdiri megah di utara gerbang kota. Changdeokgung yang dikenal dengan taman rahasianya yang indah terletak di sebelah timur, sedangkan Deoksugung yang bergaya campuran kuno dan modern berada di pusat kota dekat balai kota.

Istana kerajaan bukan sekadar bangunan tua, ia adalah jantung sejarah dan identitas bangsa Korea. Dibangun sejak abad ke-14 pada masa Dinasti Joseon, istana ini menyaksikan naik-turunnya kekuasaan, perang, hingga kemerdekaan. Kini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya melestarikan warisan leluhur, sehingga berkunjung ke istana bukan sekadar rekreasi, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa. Selain itu, mengenakan hanbok gratis masuk ke istana menjadi daya tarik tersendiri yang disukai wisatawan.

Pengunjung membeli tiket masuk di loket atau melalui pemesanan daring terlebih dahulu. Banyak yang datang mengenakan hanbok pakaian tradisional Korea yang disewakan di sekitar kawasan istana, sehingga dapat masuk tanpa membayar tiket sekaligus tampil cantik berpadu dengan latar belakang bangunan bersejarah. Di halaman istana, pengunjung berjalan menyusuri lorong-lorong batu, melihat bangunan-bangunan kayu berukir indah, serta menyaksikan langsung upacara pergantian penjaga yang berlangsung khidmat dan penuh warna. Pemandangan istana yang dibingkai pegunungan di belakangnya membuat setiap sudut terlihat seperti lukisan hidup.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Warisan Budaya Korea Selatan, bahwa Istana kerajaan Seoul adalah warisan yang tak ternilai dan semakin banyak orang berkunjung, semakin kuat ikatan kita dengan akar sejarah bangsa sendiri.

Megahnya istana bukan terletak pada batu kayunya, melainkan pada kisah yang hidup di dalamnya. Dan kini, ribuan langkah kaki yang datang berkunjung setiap harinya menjaga kisah itu tetap bernapas, tak akan pernah pudar oleh waktu.