BERITA TERBARU
Como Tegaskan Nico Paz Milik Mereka, Real Madrid Masih Punya Klausul Pembelian Kembali Rusia Siapkan 90 Peluncur Rudal Canggih untuk Iran, Senjata Ini Dipakai Perang Ukraina Pasien Obesitas Hadapi Beban Mental, Stigma dan Body Shaming Hambat Pemulihan Apple Peringatkan Bahaya Agen AI, Bisa Picu Tuntutan Hukum dan Rusak Reputasi Persija Jakarta dan PSM Makassar Masuk Daftar Klub Penunggak Gaji Pemain Warga Iran Sorak Kemenangan Demokrat di Pemilu AS, Trump Kena Pukulan Politik Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas Alasan BGN Rekrut Pejabat KPK, Sudaryono: Perkuat Komitmen Anti Korupsi Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat BGN Pastikan Gaji Pengawas Gizi dan Keuangan Tak Dipotong dari Anggaran Operasional Rp3.000
SPORT

Real Madrid Minta Maaf ke China gegara Aksi Kylian Mbappe Singgung Mao Zedong

Real Madrid Minta Maaf ke China gegara Aksi Kylian Mbappe Singgung Mao Zedong
dok. demokratis.co.id

Real Madrid resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat China setelah tingkah penyerang Kylian Mbappe memicu kemarahan publik karena menyinggung tokoh bersejarah Mao Zedong. Klub berjuluk Los Blancos itu menegaskan tetap menghormati China, termasuk sejarah, budaya, dan para penggemarnya.

Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi klub. Real Madrid juga menyatakan mendukung permintaan maaf yang sebelumnya disampaikan Mbappe setelah aksinya menuai kontroversi di China.

“Real Madrid ingin menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat China atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pernyataan yang disampaikan pemain kami, Kylian Mbappe,” tulis Real Madrid dalam pernyataan resminya.

Klub raksasa Spanyol itu menegaskan memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap masyarakat China. Real Madrid juga menyoroti hubungan dengan jutaan penggemarnya di negara tersebut.

“Klub kami menaruh rasa hormat yang mendalam terhadap China, sejarahnya, budayanya, serta masyarakatnya, termasuk jutaan penggemar di China yang memiliki rasa cinta dan kekaguman terhadap Real Madrid,” lanjut pernyataan tersebut.

Real Madrid turut menyatakan bahwa Mbappe telah menunjukkan penyesalan atas perkataan dan tindakannya yang memicu polemik. Klub berharap persoalan tersebut tidak merusak hubungan yang telah terjalin dengan para penggemar di China.

“Klub mendukung permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka oleh Kylian Mbappe, ketika sang pemain sudah menyatakan penyesalan atas perkataan serta menegaskan rasa hormat kepada masyarakat China,” tulis klub.

Real Madrid juga menegaskan komitmennya terhadap nilai saling menghormati, hidup berdampingan, dan pemahaman lintas budaya. Klub berharap hubungan persahabatan dengan China dan masyarakatnya dapat terus terjaga.

Kontroversi ini bermula dari gurauan yang beredar di media sosial. Mbappe selama ini kerap dijuluki diktator di lapangan karena gaya bermainnya yang dominan. Julukan tersebut kemudian memunculkan berbagai meme yang menyandingkan dirinya dengan sejumlah tokoh dunia.

Situasi menjadi sensitif ketika Mbappe ikut memberikan komentar saat dirinya disandingkan dengan Mao Zedong, tokoh revolusi komunis China yang memiliki posisi penting dalam sejarah negara tersebut. Respons Mbappe itu kemudian memicu kemarahan sejumlah warganet China.

Permasalahan tersebut menjadi perhatian karena Mao Zedong merupakan figur historis yang memiliki pengaruh besar terhadap identitas nasional China. Komentar yang dianggap menyinggung tokoh tersebut pun menuai reaksi negatif.

Melalui pernyataan resminya, Real Madrid berupaya menegaskan sikap klub sekaligus meredakan polemik yang melibatkan pemain bintangnya tersebut.