BERITA TERBARU
Como Tegaskan Nico Paz Milik Mereka, Real Madrid Masih Punya Klausul Pembelian Kembali Rusia Siapkan 90 Peluncur Rudal Canggih untuk Iran, Senjata Ini Dipakai Perang Ukraina Pasien Obesitas Hadapi Beban Mental, Stigma dan Body Shaming Hambat Pemulihan Apple Peringatkan Bahaya Agen AI, Bisa Picu Tuntutan Hukum dan Rusak Reputasi Persija Jakarta dan PSM Makassar Masuk Daftar Klub Penunggak Gaji Pemain Warga Iran Sorak Kemenangan Demokrat di Pemilu AS, Trump Kena Pukulan Politik Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas Alasan BGN Rekrut Pejabat KPK, Sudaryono: Perkuat Komitmen Anti Korupsi Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat BGN Pastikan Gaji Pengawas Gizi dan Keuangan Tak Dipotong dari Anggaran Operasional Rp3.000
SPORT

Mourinho Puji Comeback Real Madrid Usai Taklukkan AS Roma 4-3 di Liga Champions

Mourinho Puji Comeback Real Madrid Usai Taklukkan AS Roma 4-3 di Liga Champions
dok. detiksport.com

Jose Mourinho memberikan pujian kepada Real Madrid setelah Los Blancos berhasil melakukan comeback dramatis saat menghadapi AS Roma dalam lanjutan Liga Champions, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB. Madrid menang 4-3 setelah sempat tertinggal dua gol pada awal babak kedua.

Mourinho menilai pertandingan AS Roma vs Real Madrid berlangsung seperti dua laga berbeda. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Roma sempat tampil dominan sebelum Madrid mengambil alih kendali permainan pada menit-menit akhir.

“Ini dua laga dalam satu pertandingan. Satu ketika Roma sangat superior di berbagai aspek dan di 20 menit terakhir adalah ketika Real Madrid benar-benar tidak bisa dihentikan,” ujar Mourinho, dikutip dari situs resmi Liga Champions.

Roma sempat membuat Madrid kesulitan pada babak pertama. Pergerakan Matias Soule di sisi lapangan memberikan keuntungan bagi tim tuan rumah untuk membangun serangan dan menekan pertahanan lawan.

Mourinho mengakui timnya mampu menyulitkan Madrid pada awal pertandingan. Namun, situasi berubah ketika Roma mulai menemukan ritme permainan pada babak kedua.

Alih-alih memperbesar keunggulan, Roma justru kebobolan ketika Madrid mulai meningkatkan intensitas serangan. Dalam kondisi tertinggal 1-3, Los Blancos menunjukkan mentalitas yang membuat mereka mampu membalikkan keadaan.

“Dalam kondisi 3-1, semua orang berpikir kami sudah selesai, namun mereka yang terlihat kelelahan. Sulit bagi Roma untuk mempertahankan gaya permainan mereka dalam 90 menit penuh,” kata Mourinho.

Menurut Mourinho, Madrid semakin sulit dibendung menjelang akhir pertandingan. Roma kesulitan mempertahankan intensitas permainan, sementara tim tamu terus menekan hingga berhasil mencetak gol penentu kemenangan.

Real Madrid akhirnya membawa pulang tiga poin setelah mencetak tiga gol dalam tujuh menit terakhir pertandingan. Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger bergantian mencatatkan nama di papan skor untuk memastikan kemenangan 4-3 bagi tim tamu.

Comeback tersebut menjadi sorotan karena Madrid mampu mengubah situasi sulit menjadi kemenangan ketika waktu pertandingan semakin menipis. Ketajaman lini serang dan kemampuan menjaga tekanan hingga akhir menjadi faktor penting dalam kebangkitan Los Blancos.

Pujian Mourinho terhadap Real Madrid sekaligus menggambarkan betapa sulitnya menghentikan tim tersebut ketika momentum pertandingan mulai berpihak kepada mereka. Meski Roma sempat unggul dan mengendalikan permainan, Madrid membuktikan kemampuan mereka untuk terus berjuang hingga peluit akhir dibunyikan.