BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
NASIONAL

Wujudkan Kesejahteraan, Prabowo Target Bangun 1.386 Kampung Nelayan dan 30.000 KDKMP hingga Akhir 2026

Wujudkan Kesejahteraan, Prabowo Target Bangun 1.386 Kampung Nelayan dan 30.000 KDKMP hingga Akhir 2026
dok. MPR RI/DPR RI

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan nelayan. Sebagai wujud dukungan terhadap para nelayan dan sektor perikanan, pemerintahannya telah membangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah.

“Di bidang perikanan kita sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dilengkapi pelabuhan, dermaga, tempat pelelangan ikan, penyimpanan ruang dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial. Hari ini, 100 Kampung Nelayan telah kita bangun,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI, di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Targetnya, sebanyak 1.386 KNMP akan dibangun dan siap beroperasi hingga akhir tahun 2026 ini. Prabowo menegaskan laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan.

Prabowo menyebut nilai sektor perikanan Indonesia tiap tahun bisa mencapai USD34 miliar. Namun, yang dinikmati Indonesia hanya sekian persen.

“Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar USD34 miliar. Baru hanya mungkin lima persen yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita. Bayangkan berapa nilai yang kita hilang tiap hari, tiap malam,” kata dia.

Karena itu, Prabowo menegaskan Indonesia harus segera membuat kapal-kapal ikan modern. Pada 2027, pemerintah menargetkan pembangunan 1.582 kapal ikan modern.

“Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat, tapi kita harus mulai. Pada tahun 2027 akan datang, kita targetkan kita akan mulai membangun 1.582 kapal ikan modern,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan pemerintahannya terus memperkuat perekonomian rakyat dari bawah. Saat ini, sebanyak 10.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah berdiri di berbagai wilayah. Hingga akhir tahun ini, pemerintah menargetkan pendirian 30.000 unit KDKMP.

“Hari ini kita telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan 10.000 Koperasi Merah Putih, 3.300 di antaranya operasi secara optimal. Dan target kita akhir tahun 2026 harus 30.000 Koperasi Merah Putih berdiri dan beroperasi dengan baik,” katanya.

Prabowo menyatakan dengan KDKMP, Indonesia bisa berdaulat karena menguasai rantai pasok sendiri. Ia tak ingin pasar dirusak oleh segelintir orang yang menguasai modal besar.

“Karena itu, rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus berdayakan melalui koperasi,” ucap Prabowo.

Selanjutnya, kata Prabowo, semua barang subsidi hanya disalurkan melalui KDKMP. Ia mengatakan barang-barang subsidi yang berasal dari uang rakyat tak boleh diperdagangkan.

“Barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih, sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan,” tutupnya.