BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
NASIONAL

Kemenpar Terima 269 Peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026

Kemenpar Terima 269 Peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026
dok. Kemenpar

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima 269 peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja lulusan perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan sektor pariwisata.

Plt. Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Kementerian Pariwisata Antonio Wasono Imam Prakoso saat membuka kegiatan “Penerimaan Peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026 di Lingkungan Kementerian Pariwisata” di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (10/8/2026), mengatakan 269 peserta tersebut terpilih dari total 1.499 pelamar.

Selama enam bulan, peserta akan menjalani pemagangan di berbagai unit kerja, mulai dari Sekretariat Kementerian, kedeputian, hingga Badan Pelaksana Otorita di lingkungan Kementerian Pariwisata.

“Kami berharap keberagaman latar belakang pendidikan, daerah asal, dan perguruan tinggi para peserta dapat menjadi kekuatan untuk saling belajar, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi. Selama enam bulan ke depan, peserta akan dibimbing langsung oleh mentor profesional dan mengasah keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Antonio.

Antonio menjelaskan Program Pemagangan Nasional dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.

Program tersebut menjadi salah satu upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kompetensi, memberikan pengalaman kerja nyata, serta memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2026 terdapat sekitar 7,24 juta penganggur di Indonesia. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 tercatat mencapai 6,13 persen.

Menurut Antonio, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat keterhubungan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan nyata dunia kerja.

“Lulusan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan besar untuk masuk ke dunia kerja sehingga penguatan kompetensi praktis dan pengalaman kerja nyata menjadi sangat penting,” kata Antonio.

Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh uang saku setara upah minimum serta sertifikat resmi yang diakui industri. Antonio berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi, membangun portofolio, memperluas jejaring profesional, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Kehadiran peserta pemagangan juga diharapkan memberikan manfaat bagi Kementerian Pariwisata melalui perspektif, gagasan, kreativitas, dan energi baru dari generasi muda dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Indonesia.

“Ini saatnya Anda membangun langkah strategis, membangun portofolio, memperluas jejaring profesional, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari generasi unggul Indonesia. Together We Can Do It,” ujar Antonio.