BERITA TERBARU
Data Center AI 640 MW Dibangun di Jatiluhur, Ditargetkan Beroperasi 2027 Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat
NASIONAL

BAZNAS Kaji Reorientasi Pengelolaan Muzaki, Tekankan Fundraising Berbasis Nilai

BAZNAS Kaji Reorientasi Pengelolaan Muzaki, Tekankan Fundraising Berbasis Nilai

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengkaji reorientasi pengelolaan muzaki dan menekankan pentingnya strategi fundraising berbasis nilai (value-driven fundraising) dalam forum edukasi BAZNAS Knowledge Sharing yang digelar secara daring pada Selasa (18/8/2026).

Langkah ini diambil BAZNAS untuk mendorong pergeseran paradigma dalam mobilisasi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari yang semula bersifat transaksional menjadi pendekatan yang lebih relasional dan spiritual demi meningkatkan kepercayaan publik serta retensi donatur.

Hadir sebagai narasumber utama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., memaparkan materi berjudul “Value-Driven Fundraising Reorientasi Pengelolaan Muzaki”.

“Kalau kita bisa mengelola muzaki dengan baik, maka insyaallah penghimpunan kita juga akan naik karena basisnya adalah value driven, bagaimana fundraising berbasis nilai yang menciptakan dampak dan kemanfaatan satu sama lain. Antara muzaki, antara amil, antara mustahik, dan antara publik atau stakeholder zakat yang lainnya,” jelas Rizaludin.

Rizaludin menyebut pendekatan berbasis nilai itu diperkuat melalui empat pilar utama, yaitu Dakwah Zakat, Impact Zakat, Management Muzaki, dan Engagement Muzaki. Melalui pilar-pilar ini, BAZNAS tidak hanya berfokus pada target angka pengumpulan, tetapi juga tentang ekosistem nilai dan perubahan.

Implementasi tata kelola hubungan muzaki yang terstruktur dan konsisten ini terbukti memberikan hasil konkret. Rizaludin mengungkapkan, penerapan strategi tersebut berhasil melonjakkan tingkat retensi muzaki BAZNAS secara signifikan dari yang sebelumnya 17 persen menjadi 80 persen.

Selain itu, konsistensi transformasi layanan BAZNAS turut mengantarkan lembaga ini mempertahankan predikat Top Brand Award kategori Lembaga Zakat & Amal selama lima tahun berturut-turut (2022–2026), serta meraih berbagai penghargaan di bidang Customer Service Quality & Customer Service Champions.

“Kita perbaiki pelayanan ini dan BAZNAS menjadi top di nasional bicara tentang customer service, bicara tentang customer experience, dan juga bicara tentang transformasi pelanggan,” kata Rizaludin.

Sementara itu, Kepala Divisi Layanan Muzaki Korporasi BAZNAS RI, Hafiza Elvira N., S.Kep., MNLM., turut menekankan pentingnya efektivitas pengelolaan muzaki, selain fokus pada strategi penggalangan dana semata.

Ia memaparkan data riset yang menunjukkan bahwa pengelolaan muzaki yang terencana dengan baik mampu mendongkrak tingkat retensi donatur secara signifikan.

“Karena salah satu riset juga menyebutkan pengelolaan muzaki yang efektif itu bisa meningkatkan retensi muzaki atau orang-orang yang berdonasi kembali, sebesar 41 hingga 68 persen,” kata Hafiza.