BERITA TERBARU
Aber Kawas Cetak Sejarah, Perempuan Palestina Berhijab Terpilih Jadi Senator New York Anggota DPR RI Zulfikar Achmad Meninggal Dunia, DPR Sampaikan Belasungkawa Mohamed Salah Dikabarkan Bakal Dapat Dua Penghargaan Langka di Turki Mengenal Senat AS, Lembaga Penting yang Diperebutkan Trump dan Demokrat Canva PHK 1.271 Karyawan, CEO Sebut Perusahaan Perlu Perombakan Besar Indonesia Tampil dengan Wajah Baru di WTM London 2026, Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global Wamentan Alim Dorong Hilirisasi Perkebunan, Bidik 90 Persen Ekspor dalam Produk Olahan Dukung Jurnalisme Berkualitas, BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa Pascasarjana melalui BRI Fellowship Journalism 2026 Kepala BGN: MBG Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Petani dan Peternak Lokal Rekrutmen dan Pengusulan Peserta MagangHub Batch 3 Berlangsung pada 5–11 November
EDUKASI

Wamenaker Minta Mahasiswa Bangun Kompetensi, Tak Sekadar Kejar IPK

Wamenaker Minta Mahasiswa Bangun Kompetensi, Tak Sekadar Kejar IPK
dok. Kemnaker

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta mahasiswa tidak hanya mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan ijazah, tetapi juga membangun kompetensi dan pengalaman nyata agar siap bersaing di dunia kerja maupun menciptakan lapangan kerja.

Pesan itu disampaikan Afriansyah saat membuka Untidar Job Fair 4.0 & Disnaker Goes to Campus 2026 bertema Bridging Talents, Building Futures di Universitas Tidar (Untidar), Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026).

“Kepada mahasiswa Untidar, saya berpesan jangan hanya mengejar IPK dan ijazah, tetapi kejarlah kompetensi dan pengalaman. Jangan pula sekadar mencari pekerjaan, tetapi bangunlah kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja,” kata Afriansyah.

Menurut Afriansyah, kolaborasi ini menunjukkan komitmen negara mendampingi pencari kerja sejak masa persiapan.

“Pemerintah tak lagi sekadar menerapkan konsep link and match, tetapi mengembangkannya menjadi Connect to Grow yang menghubungkan pendidikan, pelatihan, sertifikasi, hingga pasar kerja secara terintegrasi,” ujarnya.

Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan kesempatan magang. Bagi Afriansyah, magang bukan jalan buntu, melainkan pintu masuk menuju dunia kerja sekaligus investasi masa depan.

“Di kampus saudara belajar teori, namun di tempat magang saudara belajar menerapkannya menjadi hasil nyata, sekaligus melatih disiplin dan kerja sama tim,” tuturnya.

Afriansyah turut menekankan pentingnya semangat Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam membangun jalur penyiapan talenta Indonesia.