BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
DAERAH

Pemkot Bogor Apresiasi YKI Kota Bogor dalam Gelaran Light Of Hope Gala Dinner & Charity Concert

Pemkot Bogor Apresiasi YKI Kota Bogor dalam Gelaran Light Of Hope Gala Dinner & Charity Concert
dok. Pemkot Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendukung sekaligus mengapresiasi Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor yang berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai unsur melaksanakan Gala Dinner and Charity Concert: Light of Hope – An Evening of Courage and Compassion di Puri Begawan, Jumat (28/8/2026).

“YKI terus menggaungkan semangat kolaborasi, semangat kerja sama, dan semangat gotong royong guna memberikan dukungan. Tidak hanya sekadar moral, tapi moril dan seluruh daya upaya kita gerakkan demi memberikan harapan baru bagi mereka yang penyintas kanker. Kami pemerintah tentu sangat mengapresiasi kegiatan menyalakan sebuah harapan dengan keberanian dan kepedulian,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Untuk melakukan deteksi dini maupun pencegahan, dibutuhkan kampanye bersama serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Sebab, terdapat empat indikator yang menyebabkan seseorang berisiko terkena kanker.

Pertama adalah faktor keturunan atau genetik. Kedua, faktor lingkungan. Ketiga, pengaruh virus. Keempat, faktor gaya hidup.

Untuk itu, Pemkot Bogor sejak tahun 2025 menggerakkan program nasional Cek Kesehatan Gratis yang juga dapat dikolaborasikan untuk mendeteksi seseorang yang memiliki risiko terkena kanker.

“Maka melalui cek kesehatan gratis yang terus kita gaungkan, bagi organisasi mana pun yang mau mengadakan acara Cek Kesehatan Gratis, komunitas apa pun, kami Pemkot siap hadir dan jemput bola,” ujar Jenal Mutaqin.

Kegiatan Light Of Hope an Evening of Courage and Compassion ini memiliki makna filosofis bahwa dalam kondisi penuh ketakutan, seseorang tetap berjuang untuk sembuh dan tetap berusaha menjalankan kehidupannya secara normal.

Di akhir sambutan, Jenal Mutaqin menyampaikan apresiasi kepada YKI Kota Bogor yang diketuai oleh Yantie Rachim. Ia menegaskan bahwa Pemkot Bogor siap berkolaborasi dalam mengampanyekan, melakukan deteksi dini, serta memperkuat kerja sama bersama seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan lingkungan yang mendukung kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memperkuat kolaborasi sebagai upaya pencegahan terhadap penanganan kanker,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan yang ditayangkan melalui video, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa Light of Hope mengingatkan bahwa secercah cahaya sekecil apa pun dapat menjadi sumber kekuatan bagi seseorang yang sedang berada dalam masa-masa paling sulit dalam kehidupannya.

“Cahaya itu adalah kepedulian, empati, kebersamaan, dan tindakan nyata. Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Di Kota Bogor sendiri, di baliknya terdapat ribuan kisah perjuangan. Ada seorang ibu yang tetap tersenyum demi anak-anaknya meski harus menjalani kemoterapi. Ada seorang ayah yang tetap bekerja demi membiayai pengobatan. Ada anak-anak yang harus menghabiskan masa kecilnya di ruang perawatan rumah sakit,” ucapnya.

Perjuangan mereka, sambung Dedie Rachim, bukan hanya menghadapi penyakit, tetapi juga menghadapi beban psikologis, tekanan ekonomi, stigma sosial, hingga keterbatasan akses terhadap pengobatan selama proses penyembuhan.

“Karena itu, perjuangan melawan kanker tidak bisa hanya dibebankan kepada pasien, keluarga, ataupun tenaga kesehatan. Ini adalah perjuangan kita bersama sebagai sebuah masyarakat yang peduli dan tentu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ujarnya.