BERITA TERBARU
Bincang Mendag Busan dengan UMKM di NTB, Dorong Perluasan Pasar Domestik dan Jajaki Ekspor FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit Saat Rocky Gerung Sebut DPD RI Sebagai Dewan Penuntun Demokrasi RI Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat Perkuat Sinergi, Mendag Busan Buka Pasar Murah di Mataram Jaga Harga Bapok Soroti Insiden Penembakan di Pulo Keunari, Tgk Ahmada: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditakuti!
DAERAH

Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Alumni yang Bekerja

Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Alumni yang Bekerja
dok. Kemnaker

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta para Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia mengukur keberhasilan pelatihan dari jumlah alumni yang terserap di pasar kerja, bukan dari banyaknya peserta yang dilatih.

Permintaan itu disampaikan Menaker dalam arahan bertema Percepatan Transformasi BPVP di BPVP Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (19/10/2026) malam.

Yassierli menyebut perubahan cara pandang jajaran BPVP diperlukan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, termasuk pengangguran dan kompetensi lulusan.

“Jangan lagi membanggakan berapa banyak orang yang sudah dilatih, tetapi berapa banyak orang yang setelah dilatih bisa langsung bekerja. Itu yang harus kita kejar bersama,” kata Yassierli.

Untuk membekali lulusan baru dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, Kemnaker menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Magang Nasional (MagangHub) bagi fresh graduate.

Kemnaker juga akan menghadirkan Pusat Pelatihan Khusus Disabilitas di Bekasi untuk membuka akses pelatihan dan peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

Yassierli meminta jajaran BPVP memandang balai sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah. Karena itu, kerja balai harus diarahkan untuk menyukseskan program Kemnaker dan program pemerintah pusat secara keseluruhan.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Yassierli menyampaikan empat pilar budaya kerja di lingkungan BPVP, yaitu kekuatan persatuan dan kesatuan langkah, penguatan peran setiap individu, organisasi yang lincah dan adaptif terhadap perubahan, serta berani bersuara dan menyampaikan kebenaran secara proaktif.

Yassierli juga berpesan agar seluruh jajaran tidak cepat puas, menjaga integritas, mengedepankan inovasi, dan memberi ruang bagi setiap instruktur untuk berkembang. Ia ingin balai menjadi tempat tumbuh yang nyaman.