BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
DAERAH

Khodimul Quran Gelar Tasyakuran Hari Ulang Tahun Ke-41

Khodimul Quran Gelar Tasyakuran Hari Ulang Tahun Ke-41
dok. Khodimul Qur'an

Khodimul Quran menggelar kegiatan tasyakuran hari ulang tahun (HUT) ke-41 di Kampung Muhajirin, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (7/9).

Pembina Yayasan Khodimul Quran TGH Mahfudz Muhyiddin mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana karena keterbatasan lokasi.

“Kami mengadakan kegiatan ini di tempat yang sederhana. Kami juga berharap ke depannya dapat memperluas sarana untuk Khodimul Quran,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) TGB M. Zainul Majdi mengatakan perjalanan Rasulullah SAW dalam menerima wahyu Al-Qur’an menjadi pelajaran bagi umat Islam dalam memahami dan menghafalkan kitab suci tersebut.

Ia mengatakan Rasulullah SAW diberikan waktu selama 23 tahun untuk menerima dan menghafalkan Al-Qur’an.

“Karena lemahnya dan terbatasnya kita, maka kita dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an,” katanya.

Menurut dia, keterbatasan manusia menjadi salah satu alasan Allah SWT memberikan kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an.

Ia menjelaskan seluruh proses yang dilalui Nabi Muhammad SAW dalam menerima wahyu merupakan pelajaran bagi manusia.

“Al-Qur’an itu dibaca, dipahami, dan yang terpenting adalah mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya.

TGB M. Zainul Majdi juga mengutip pandangan Imam Nawawi dalam kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran bahwa hal pertama yang harus diperhatikan dalam mempelajari Al-Qur’an adalah mengharapkan keridaan Allah SWT.

“Sebelum melatih lisan, perbaikilah niatnya,” katanya.

Ia menekankan bahwa penghafal Al-Qur’an tidak cukup hanya mampu menghafal dan membaca ayat, tetapi juga harus mampu mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari.

“Harus terlihat bekas Al-Qur’an dalam perilaku kita. Saya melihat alumni banyak di mana-mana, masih dijaga adabnya,” ujarnya.

Ia mengingatkan para penghafal Al-Qur’an agar menjaga amanah yang telah diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya.

“Karena sudah diamanahkan oleh Allah, maka kita harus menjaganya dengan sebaik-baiknya,” katanya.