BERITA TERBARU
Kota Banjar Bidik Teknologi Ultrafiltrasi agar Air PDAM Bisa Langsung Diminum Hadiri Sesi I G20 TMM, Mendag Busan Tegaskan Ketahanan Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik UMKM Kulon Progo Kembangkan Beras Analog Bravo dari Singkong Lokal BAZNAS Awards 2026 Libatkan Tokoh Lintas Sektor sebagai Dewan Juri Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Bahlil hingga Suyudi Dapat Jabatan Baru Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang DPR Dorong Kesetaraan Gender, Keterwakilan Perempuan di Parlemen Asia Disorot BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Perluas Kesempatan Kerja Inklusif melalui Pelatihan dan Pemagangan Kuliah Doktoral UPN, Wamen Viva Yoga: Transmigrasi Menjadi Bagian Program Mengentaskan Kemiskinan 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Masih Menanti Keadilan
DAERAH

Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang

Kementerian PU Alirkan Air Dengan Pompa Untuk 15 Hektar Sawah di Pinrang
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang terus melakukan langkah cepat dalam penanganan dampak kekeringan pada lahan pertanian di wilayah Daerah Irigasi (DI) Saddang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemompaan air irigasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman dan menjaga keberlangsungan pertanaman pada areal sawah yang terdampak kekeringan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.

“Kami tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai kondisi semakin sulit untuk mendapatkan air. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Menteri Dody.

Kegiatan pemompaan dilaksanakan Kamis (1/10) di dua lokasi, yaitu Desa Makkawaru, Kecamatan Mattiro Bulu, dengan luas areal sawah sekitar 8 hektare, serta Desa Mallongi-Longi, Kecamatan Lanrisang, dengan luas areal sekitar 7 hektare. Secara keseluruhan, Pemompaan dilakukan untuk menjaga ketersediaan air pada area 15 ha sawah.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh BBWS Pompengan Jeneberang bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) wilayah UPT Alita Carawali. Dalam pelaksanaannya digunakan dua unit pompa Alcon berdiameter 3 inci, dengan kapasitas pemompaan mencapai 15 liter per detik.

Pemompaan dilakukan untuk mengalirkan air menuju jaringan dan areal persawahan yang membutuhkan pasokan air.

Kementerian PU terus mendorong pengelolaan sumber daya air yang responsif terhadap kondisi lapangan, termasuk melalui optimalisasi sarana dan prasarana pengairan serta dukungan pemompaan pada daerah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga layanan irigasi dan mendukung keberlanjutan produksi pertanian, khususnya pada wilayah yang mengalami tekanan akibat kondisi hidrologis dan keterbatasan ketersediaan air.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, pengelola jaringan irigasi, dan P3A, penanganan kekeringan di wilayah DI Saddang diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran sehingga air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan produktivitas lahan pertanian.