Kota Banjar Bidik Teknologi Ultrafiltrasi agar Air PDAM Bisa Langsung Diminum
Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, tengah menyiapkan pengembangan layanan air minum agar masyarakat dapat mengonsumsi air langsung dari keran tanpa perlu memasaknya terlebih dahulu.
Program tersebut akan memanfaatkan teknologi pengolahan air ultrafiltrasi. Teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas air baku yang dialirkan Perumdam Tirta Anom sehingga dapat memenuhi standar air minum layak konsumsi.
Dilansir dari TIMES Indonesia, Wali Kota Banjar Sudarsono mengatakan program tersebut masih berada pada tahap awal. Pemkot saat ini melakukan survei potensi wilayah sekaligus menjajaki kerja sama dengan sejumlah pihak untuk mendukung realisasi teknologi tersebut.
“Bukan sekadar air bersih, tetapi ini akan kita upayakan agar masyarakat Kota Banjar bisa menikmati langsung air minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu,” ujar Sudarsono, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, wilayah Banjar Timur menjadi salah satu lokasi yang tengah dikaji untuk penerapan awal teknologi pengolahan air. Pemkot juga mulai menjajaki kerja sama dengan instansi di tingkat provinsi, termasuk DPMPTSP, Bank Indonesia, hingga sektor perbankan.
Sudarsono mengatakan pemerintah daerah berupaya mencari skema pembiayaan yang tidak membebani APBD dengan pinjaman jangka panjang. Pemkot lebih mengutamakan alokasi anggaran maupun bantuan yang dapat mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Rencana pengembangan air minum Kota Banjar juga mendapat peluang investasi setelah proposalnya masuk 12 besar West Java Investment Challenge. Direktur Utama Perumdam Tirta Anom Kota Banjar E. Fitrah Nurkamilah mengatakan proposal tersebut bahkan menempati posisi pertama untuk kategori sektor air minum.
Atas pencapaian itu, Kota Banjar berhak mendapatkan kunjungan lapangan dari calon investor, perbankan, Kadin, hingga PT SMI.
Fitrah mengatakan Perumdam Tirta Anom mendorong skema kerja sama berbasis kinerja atau performance-based contract. Melalui skema tersebut, pembagian hasil dapat dilakukan berdasarkan peningkatan pendapatan dan kinerja operasional.
Pemkot Banjar berharap investasi teknologi ultrafiltrasi dapat mendorong layanan air minum langsung dari keran yang higienis, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat.


