BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
DAERAH

Kementan Bangun 2,4 Km Irigasi, Petani Cirebon Bisa Tetap Berproduksi di Musim Kemarau

Kementan Bangun 2,4 Km Irigasi, Petani Cirebon Bisa Tetap Berproduksi di Musim Kemarau
dok. Kementerian Pertanian

Penantian panjang selama 20 tahun akhirnya terjawab. Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kini mendapatkan bantuan irigasi perpipaan sepanjang 2.400 meter dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Infrastruktur tersebut menjadi solusi penting bagi petani yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses air. Dengan saluran irigasi yang kini tersedia, pasokan air ke lahan pertanian diharapkan lebih terjamin, termasuk saat musim kemarau, sehingga petani tetap dapat mempertahankan aktivitas tanam.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Tani, M Saeproni, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani di wilayahnya.

“Kami berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden, terutama khusus kepada Bapak Mentan yang telah memberikan bantuan berupa irpom yang panjangnya 2.400 meter. Ini kami impi-impikan dari 20 tahun yang lalu,” ujar Saeproni, Sabtu (22/8).

Menurut Saeproni, pembangunan irigasi tersebut menjadi momentum penting bagi petani karena persoalan air selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam menjalankan usaha tani.

“Kami cuma bisa mengucapkan beribu banyak terima kasih kepada Bapak Mentan dan jajarannya. Kami beserta teman-teman petani ingin sekali bertemu dengan yang terhormat Bapak Mentan,” katanya.

Bantuan irigasi bagi petani Cirebon tersebut merupakan bagian dari langkah Kementan memperkuat ketersediaan air pertanian di berbagai daerah. Pemerintah terus mempercepat pembangunan dan penguatan infrastruktur air untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif, terutama menghadapi musim kemarau dan ancaman kekeringan.

Pada 2026, Kementan menargetkan pembangunan 89.600 unit kegiatan yang diproyeksikan mendukung pengairan sekitar 2,1 juta hektare lahan pertanian.

Program tersebut mencakup Irigasi Perpompaan (Irpom) sebanyak 17.400 unit dan Irigasi Perpipaan (Irpip) sebanyak 3.500 unit. Penguatan sumber air juga dilakukan melalui program pompanisasi sebanyak 56.000 unit yang ditargetkan mampu melayani sekitar 1,1 juta hektare lahan pertanian.

Mentan Amran dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa air merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Pemerintah tidak ingin petani kehilangan kesempatan tanam hanya karena persoalan ketersediaan air.

“Kita tidak boleh membiarkan petani kehilangan musim tanam karena kekurangan air. Karena itu pemerintah memperkuat irigasi, pompanisasi, embung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi agar air sampai ke lahan pertanian,” ujar Mentan Amran.

Menurut Amran, penguatan infrastruktur air juga menjadi bagian penting dalam menjaga produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

“Air adalah faktor penentu produksi. Karena itu, pompanisasi menjadi solusi cepat untuk memastikan sawah tetap mendapat pasokan air sehingga petani bisa terus tanam dan meningkatkan indeks pertanaman,” ujarnya.