BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
DAERAH

Hadir di Tengah Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Hadir di Tengah Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
dok. BPMI Setpres

Dalam rangkaian agenda kerjanya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming hadir di tengah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka. Didampingi Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wapres meninjau langsung posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis sore (20/08/2026).

Kehadiran Wapres merupakan wujud kehadiran negara, karena menjamin keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab negara dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak adalah prioritas.

Baca JugaPastikan Pemerintah Hadir, Wapres Pimpin Rapat Penanganan Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Di posko pengungsian, Wapres menyapa dan berdialog langsung dengan warga, termasuk menanyakan kondisi serta kebutuhan mendesak yang diperlukan. Ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang kehilangan keluarga akibat bencana ini.

Baca JugaTinjau Pengungsi, Wapres Tekankan Dialog Dalam Relokasi Hunian Warga Terdampak

“Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wapres menyampaikan bahwa dirinya telah meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bantuan menyentuh seluruh masyarakat terdampak. Ia meminta kebutuhan dasar, mulai dari makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, hingga layanan kesehatan dan kebutuhan mendesak lainnya harus benar-benar sampai, termasuk kepada masyarakat di wilayah yang sulit diakses seperti pemukiman di pegunungan.

Baca JugaWapres Kunjungi Warga Terdampak Banjir Rob di Muara Angke, Jakarta Utara

“Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya,” pintanya.

Wapres pun menegaskan bahwa masyarakat tidak akan dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian. Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memastikan penanganan darurat serta proses pemulihan pascabencana dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

“Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat,” tegasnya.

Kepada para pengungsi, Wapres berpesan agar untuk sementara tidak kembali ke rumah masing-masing yang mengalami kerusakan, mengingat potensi gempa susulan masih tinggi. Ia juga memastikan bahwa rumah warga, sekolah, serta berbagai fasilitas umum yang terdampak akan segera diperbaiki.

“Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat [lainnya], nanti kita perbaiki,” tegas Wapres.

“Di sini dulu sampai semuanya pulih. Kita hari ini kunjungin sekolah, gereja, tadi rumah sakit. Nanti kita perbaiki semuanya,” imbuhnya.

Terakhir, Wapres mendoakan seluruh masyarakat NTT yang terdampak bencana, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarganya, mengalami kerusakan tempat tinggal, dan masih menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Tidak hanya menyapa dan berdialog dengan para pengungsi, pada kesempatan ini Wapres juga menyaksikan sejumlah mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang turut hadir bersamanya, memberikan pendampingan psikososial melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana. Para mahasiswa mengajak anak-anak mengisi waktu dengan bernyanyi dan bermain tebak-tebakan untuk membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan.