BERITA TERBARU
Promosi Terpadu di CAEXPO 2026 Tiongkok Catat Potensi Transaksi Rp2,03 Triliun Menteri Perdagangan G20 Tolak Penggunaan Pangan sebagai Instrumen Tekanan Geopolitik BGN Pilih Takalar sebagai Pusat Peresmian Dapur 3T, Bupati Takalar: Ini Kebanggaan Gubernur Sulsel: Terima Kasih BGN, Telah Memberi Makan Anak-Anak di Wilayah 3T Kementerian PU Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Hadirkan 871 Kios dan Los untuk Dukung Aktivitas Ekonomi Pavilion Wonderful Indonesia di Tourism Expo Japan 2026 Catat Potensi Kunjungan 5.600 Wisatawan Atasi Kekeringan, Kementan Siapkan Sumur Bor untuk Sawah Majalengka Kementerian PU Kerahkan 13 Pompa Untuk 120 Ha Sawah di Jatim Danantara Buka Opsi Impor KRL Bekas dari Jepang untuk Jabodetabek Hetifah Sjaifudian Apresiasi Sikap Kritis Peserta Parlemen Remaja 2026
DAERAH

BGN Pilih Takalar sebagai Pusat Peresmian Dapur 3T, Bupati Takalar: Ini Kebanggaan

BGN Pilih Takalar sebagai Pusat Peresmian Dapur 3T, Bupati Takalar: Ini Kebanggaan
dok. BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui aktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dipilih sebagai lokasi pusat peresmian aktivasi SPPG tersebut.

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, perluasan layanan MBG ke wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi merupakan bagian penting dari upaya memastikan program pemenuhan gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, aktivasi SPPG akan terus diperluas secara bertahap ke daerah lainnya, terutama wilayah yang memiliki prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Perluasan tersebut juga diarahkan ke wilayah yang masih memiliki kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

“Setelah ini kami harapkan minggu depan kami buka di Kalimantan, kami buka di Bali, kami buka di Sumatra, kami buka di tempat-tempat yang memang stunting-nya tinggi, tinggi sekali dan 3T. Di tempat-tempat yang walaupun barangkali bukan di pelosok paling pelosok, tetapi anak-anaknya membutuhkan MBG,” ujar Sudaryono dalam Peresmian SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur, Jumat (2/10).

Melalui aktivasi SPPG tersebut, BGN berupaya mendekatkan layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran, termasuk anak-anak sekolah serta kelompok penerima manfaat lainnya. Kehadiran SPPG di daerah juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan dan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan sumber daya serta pelaku usaha lokal.

Pemilihan Takalar sebagai lokasi pusat peresmian mendapat apresiasi dari Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Ia menyampaikan bahwa kehadiran BGN di Takalar menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah 3T dan daerah dengan tantangan stunting.

“Ini satu kebanggaan bagi kami, Bapak, untuk hadir di tempat ini. Luar biasa. Ini bentuk perhatian Bapak untuk wilayah-wilayah tertinggal dan stunting,” ujar Daeng Manye.

Menurut Daeng Manye, pelaksanaan aktivasi SPPG di Takalar menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Takalar pada 2025 telah melakukan intervensi terhadap sekitar 15 ribu anak dengan dukungan anggaran sekitar Rp56 miliar.

Intervensi tersebut dilaksanakan selama 59 hari melalui pemberian makanan satu kali sehari. Berdasarkan hasil yang disampaikan Daeng Manye, program tersebut diikuti oleh peningkatan berat badan pada sekitar 70 persen anak yang menjadi sasaran intervensi.

“Ini luar biasa. Ternyata ada kenaikan 70 persen berat badan anak-anak yang menjadi sasaran intervensi,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran layanan MBG di Takalar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.