BERITA TERBARU
Apple Peringatkan Bahaya Agen AI, Bisa Picu Tuntutan Hukum dan Rusak Reputasi Persija Jakarta dan PSM Makassar Masuk Daftar Klub Penunggak Gaji Pemain Warga Iran Sorak Kemenangan Demokrat di Pemilu AS, Trump Kena Pukulan Politik Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas Alasan BGN Rekrut Pejabat KPK, Sudaryono: Perkuat Komitmen Anti Korupsi Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat BGN Pastikan Gaji Pengawas Gizi dan Keuangan Tak Dipotong dari Anggaran Operasional Rp3.000 Mentan Amran Dorong FKPPI Gerakkan Ekonomi Anggota Lewat Pertanian BAZNAS RI: Bantuan KSrelief Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa NTT Kementerian PU Dorong INACOLD Perkuat Tata Kelola Bendungan Nasional, 945 Ahli Tersertifikasi
INTERNASIONAL

Kabut Asap Melanda Singapura, Penjualan Air Purifier Melonjak hingga 600 Persen

Kabut Asap Melanda Singapura, Penjualan Air Purifier Melonjak hingga 600 Persen
dok. CNBC Indonesia

Penjualan alat penjernih udara atau air purifier dan pendingin udara (air conditioner/AC) di Singapura mengalami lonjakan seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dalam beberapa waktu terakhir.

Perusahaan ritel elektronik Courts melaporkan penjualan alat penjernih udara meningkat hingga 600 persen, sedangkan penjualan AC naik 50 persen selama periode 28 September hingga 12 Oktober 2026.

Lonjakan tersebut terjadi ketika masyarakat semakin memperhatikan kualitas udara di dalam ruangan. Courts menyebut pelanggan banyak mencari informasi mengenai produk yang sesuai dengan luas ruangan, masa pakai filter, frekuensi penggantian filter, hingga efisiensi energi.

“Staf penjualan di toko dan tim layanan pelanggan online kami melihat peningkatan signifikan dalam pertanyaan,” demikian pernyataan Courts pada Senin (12/10), dikutip dari The Straits Times.

Meski permintaan meningkat tajam, Courts menyatakan persediaan produk masih mencukupi di 12 gerai mereka maupun melalui platform penjualan daring.

Kondisi serupa dialami peritel elektronik Gain City. Perusahaan tersebut mengungkapkan permintaan alat penjernih udara mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir dan melonjak drastis sejak 9 Oktober.

Gain City mencatat penjualan air purifier meningkat hingga sembilan kali lipat dibandingkan Agustus lalu. Perusahaan juga melihat kenaikan penjualan melalui platform daring seiring semakin banyak konsumen mencari solusi untuk menghadapi kabut asap.

Tingginya permintaan bahkan membuat sebagian pelanggan memilih membeli dan membawa pulang produk secara langsung dari toko daripada menunggu pengiriman.

Pada 10 dan 11 Oktober, Gain City menyebut permintaan pembelian berada pada tingkat yang sangat tinggi. Sejumlah model penjernih udara dilaporkan habis terjual, sehingga beberapa konsumen memilih membeli unit yang sebelumnya digunakan sebagai barang pajangan.

Lonjakan penjualan tersebut terjadi di tengah memburuknya kualitas udara Singapura akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sumatra dan Kalimantan.

Pekan lalu, indeks kualitas udara Singapura berada pada kisaran 101 hingga 200, yang masuk kategori tidak sehat berdasarkan skala yang digunakan dalam laporan tersebut.

Situasi ini mendorong masyarakat meningkatkan upaya mengurangi paparan polusi di dalam ruangan. Meski demikian, penggunaan air purifier perlu disesuaikan dengan luas ruangan dan jenis filter agar dapat membantu menyaring partikel polutan secara efektif.