BERITA TERBARU
Dari Aksara Lontara Jadi Produk Fesyen, UMKM Makassar Ini Tumbuh Bersama linkumkm by BRI Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa Buka Inacraft Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs, Mendag Busan Dorong Kriya Berpadu dengan Teknologi Kemendag Bawa IP Kreatif ke JFC 2026, Potensi Transaksi Capai Rp3,51 Miliar Wamentan Saleh: Pemerintah Siap Dengarkan Dunia Usaha untuk Perkuat Pertanian Menaker: Pemagangan Nasional Perkecil Kesenjangan Kompetensi dan Kebutuhan Industri Kemenpar Promosikan Desa Wisata Sebagai Destinasi Edutrip Unggulan di 9th Annual Convention SPK Indonesia 2026 Indonesia Resmi Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP Aktris Bollywood Nushrratt Bharuccha Kecelakaan di Bali, Alami Patah Tulang Belakang Pesawat Gagal Mendarat Di Pekanbaru Imbas Kabut Asap Karhutla
OTOMOTIF

BYD Racco Siap Dijual ke Luar Jepang, Bidik Pasar Sri Lanka dan Makau

BYD Racco Siap Dijual ke Luar Jepang, Bidik Pasar Sri Lanka dan Makau
dok. detik.com

BYD berencana membawa mobil listrik mungil Racco ke pasar di luar Jepang. Kei car listrik yang dikembangkan khusus untuk memenuhi standar kendaraan mungil Jepang tersebut akan mulai dipasarkan di Sri Lanka dan Makau.

Rencana ekspansi itu diumumkan dalam seremoni di salah satu dealer BYD di Kota Hiratsuka, Prefektur Kanagawa, Minggu (4/10). Acara tersebut sekaligus menandai pencapaian BYD yang telah mengirimkan 10.000 unit kendaraan di Jepang sejak memasuki pasar mobil penumpang negara tersebut pada Januari 2023.

Pemesanan BYD Racco kini telah dibuka di Makau. Sementara peluncuran dan konferensi pers di Sri Lanka dijadwalkan berlangsung pada Jumat (9/10).

BYD juga membuka peluang memperluas penjualan Racco ke negara dan wilayah lain. Perusahaan akan melihat respons konsumen, terutama di pasar dengan konfigurasi setir kanan seperti Jepang.

Wakil Presiden BYD Liu Xueliang mengatakan perusahaan membutuhkan sekitar empat tahun untuk mencapai penjualan 10.000 unit di Jepang. Namun, ia optimistis pencapaian berikutnya dapat diraih dalam waktu lebih singkat.

“Kami ingin memantapkan jaringan penjualan dan sistem layanan purnajual kami,” ujar Liu, dikutip Nikkei Asia.

Liu juga mengungkapkan respons awal terhadap Racco cukup positif. Dua bulan setelah diluncurkan, jumlah pesanan kumulatif kendaraan tersebut disebut hampir mencapai 2.000 unit.

BYD Racco mulai dijual di Jepang pada 28 Juli 2026. BYD Auto Japan menyebut Racco sebagai kei car listrik pertama dari produsen luar negeri yang dirancang khusus mengikuti standar kei car Jepang.

Racco tersedia dalam tiga varian, yakni 200, 300Plus, dan 300Premium. Harga kendaraan tersebut mulai 2,145 juta yen atau sekitar Rp243,8 juta hingga 2,497 juta yen atau sekitar Rp283,8 juta, termasuk pajak.

Varian 200 menggunakan baterai 22,4 kWh dengan jarak tempuh hingga 210 kilometer. Sementara varian 300 dibekali baterai 35,84 kWh dengan jarak tempuh maksimal 320 kilometer berdasarkan standar WLTC Jepang.

Mobil listrik ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, dan jarak sumbu roda 2.520 mm. Kursi baris kedua dapat dilipat rata sehingga kapasitas bagasi mencapai 1.372 liter.

Racco menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan teknologi Cell to Body (CTB) pada platform e-Platform 3.0. BYD juga membekali mobil tersebut dengan teknologi X-PACK yang mengintegrasikan baterai, kontrol elektronik, dan pengisi daya.

BYD memberikan garansi baterai selama delapan tahun atau 160 ribu kilometer. Liu mengatakan perusahaan berharap semakin banyak konsumen dapat mencoba Racco seiring perluasan pasar global.