Gubernur Sulsel: Terima Kasih BGN, Telah Memberi Makan Anak-Anak di Wilayah 3T
Takalar, DARIM.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Langkah tersebut diwujudkan melalui peresmian dan pengoperasian 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi di Indonesia Timur, pada Jumat (2/10).
SPPG Timbuseng Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar menjadi salah satu SPPG 3T yang diresmikan. Peresmian tersebut dihadiri Kepala BGN Sudaryono dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, bersama jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Kehadiran SPPG di wilayah 3T menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan akses layanan yang menantang, tetap memperoleh makanan bergizi sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar mereka.
Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengatakan, pembukaan 480 SPPG tersebut merupakan langkah awal untuk memperluas cakupan layanan MBG ke daerah-daerah yang memang membutuhkan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah dapur yang telah siap beroperasi dan berada di wilayah yang membutuhkan percepatan layanan MBG.

“Ini adalah awalan kita membuka, mengaktivasi dapur-dapur yang sudah siap. Setelah ini kami harapkan setiap minggu kita buka terus sesuai dengan kesiapannya, termasuk di tempat-tempat yang stunting-nya tinggi dan di wilayah 3T,” ujar Mas Dar.
Mas Dar menegaskan, perluasan layanan MBG tidak semata-mata berorientasi pada penambahan jumlah penerima manfaat. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan anak-anak yang membutuhkan mendapatkan akses terhadap makanan bergizi, termasuk mereka yang berada di wilayah yang secara geografis jauh dari pusat layanan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas langkah BGN yang memperluas layanan MBG hingga ke wilayah 3T dan daerah dengan kebutuhan pemenuhan gizi yang tinggi. Menurutnya, kehadiran SPPG di wilayah tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap anak-anak yang berada jauh dari pusat layanan.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar atas komitmen menghadirkan layanan makanan bergizi bagi anak-anak di wilayah 3T.
“Terima kasih, Pak, sudah memberikan makan kepada anak-anak kita, khususnya yang ada di wilayah 3T. Ini tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujarnya
Ia menilai, kehadiran SPPG tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan asupan gizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menyiapkan generasi Sulawesi Selatan yang lebih sehat dan berkualitas. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan MBG dan penguatan layanan SPPG di daerah.
Peresmian SPPG di Takalar sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan program MBG dapat menjangkau anak-anak hingga ke wilayah yang membutuhkan.
Bagi anak-anak di wilayah 3T, hadirnya SPPG bukan sekadar pembukaan sebuah dapur pelayanan. Di balik setiap porsi makanan yang disajikan, terdapat ikhtiar untuk memastikan bahwa jarak geografis dan keterbatasan akses tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh makanan bergizi.
Perluasan layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen BGN untuk menghadirkan pemenuhan gizi secara lebih merata, sekaligus menegaskan bahwa anak-anak di seluruh pelosok Indonesia memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan menatap masa depan dengan lebih baik.


