BERITA TERBARU
DPR Pastikan Stok Beras Aman, Pasokan Retail hingga Cipinang Tersedia BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda sejak Dini TEP Undip Ajak Siswa Tempirai Selatan Cegah Penyakit dengan Kebiasaan Hidup Bersih Hutama Karya Perkuat Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut Kemenpar Apresiasi STARLUX Buka Rute Taipei-Denpasar, Perkuat Konektivitas Pasar Taiwan Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras Aman, Produksi Padi 2026 Terjaga Indonesia Dinilai Bisa Perluas Dukungan Internasional untuk Palestina Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2 Fokus Berdayakan Ekonomi Rakyat, Global Finance Nobatkan BRI sebagai Bank Terbaik di Dunia untuk UMKM Pertanian dan Pedesaan
PARLEMEN

DPR Pastikan Stok Beras Aman, Pasokan Retail hingga Cipinang Tersedia

DPR Pastikan Stok Beras Aman, Pasokan Retail hingga Cipinang Tersedia
dok. PBIC

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, memastikan ketersediaan beras untuk masyarakat dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan setelah melakukan pemantauan terhadap stok dan pasokan beras di sejumlah titik distribusi.

Rajiv mengatakan, kondisi stok tidak hanya tersedia di gudang pemerintah, tetapi juga terlihat di tingkat retail. Menurut dia, retail yang sebelumnya disebut mengalami kekosongan kini kembali menunjukkan ketersediaan beras.

“Kita pastikan stok beras aman untuk masyarakat. Retail juga yang katanya kosong, semuanya penuh,” ujar Rajiv di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia menambahkan, pemantauan juga dilakukan terhadap sejumlah titik distribusi, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan Perum Bulog dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Berdasarkan pantauannya, pasokan di Cipinang tersedia dan dalam kondisi mencukupi.

“Di Cipinang tersedia, banyak, penuh semua,” katanya.

Rajiv juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam rantai distribusi beras untuk mencegah praktik yang dapat mengganggu tata niaga dan merugikan masyarakat. Ia menyebut kondisi distribusi saat ini sudah lebih baik dibandingkan isu-isu yang sebelumnya muncul di pasar.

“Sudah enggak ada lagi yang bisa nyebrang-nyebrang atau oplosan-oplosan seperti dulu diisukan. Hari ini sudah bagus,” ujarnya.

Dari sisi produksi, Rajiv menilai kondisi saat ini juga tidak menghadapi persoalan berarti. Ia berharap perbaikan sektor pertanian, termasuk sawah dan infrastruktur pengairan, terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan produksi.

“Dari sisi produksi bagus, enggak ada masalah. Semoga dari sisi produksi, sawah-sawahnya, perairannya juga sedang dibenahi,” kata dia.

Rajiv menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan, menurut dia, perlu terus menjaga keseimbangan antara produksi, stok, distribusi, dan harga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Aman kok. Jangan khawatir. Kita pastikan juga harga beras tetap sesuai HET,” tegas Rajiv.

Kondisi pasokan di Cipinang juga sebelumnya dilaporkan Bapanas berada dalam kondisi normal. Pada pemantauan 19 September 2026, pasokan beras yang masuk ke PIBC berada di kisaran 1.500 ton per hari, sementara stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog per 18 September 2026 sekitar 4,6 juta ton.

“Saya sampaikan sekali lagi masyarakat tidak perlu khawatir karena beras dalam kondisi Aman,” jelasnya.