BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
EDUKASI

Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub

Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
dok. Kemnaker

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses verifikasi Program Magang Nasional (MagangHub). Teknologi ini membantu menelaah informasi mitra penyelenggara dan peserta, termasuk kewajaran kuota serta pola pendaftaran yang tidak lazim.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan, pada verifikasi mitra penyelenggara, AI membantu Kemnaker melihat keterkaitan antarkelompok perusahaan dan menilai kewajaran kuota yang diajukan berdasarkan kapasitas perusahaan.

“AI kita manfaatkan untuk membantu melihat apakah ada kelompok perusahaan yang berada dalam kendali satu operator, bagaimana bonafiditas perusahaan, dan apakah kuota yang diusulkan masih wajar dibandingkan dengan kapasitas perusahaan,” ujar Cris dalam kegiatan Monitoring Program Pemagangan Nasional di De Djokja Malioboro Hotel, Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).

Pada seleksi peserta, AI turut menelaah data pendaftar dan lowongan untuk menemukan pola yang perlu diperiksa lebih lanjut. Hal tersebut antara lain mencakup sebaran peserta, asal wilayah, serta kesesuaian program studi dengan lowongan yang tersedia.

“Dalam seleksi peserta, AI juga membantu kita melihat pola-pola yang tidak lazim, misalnya peserta pada suatu perusahaan terkonsentrasi dari alumni kampus tertentu, sebagian besar berasal dari luar wilayah perusahaan, atau program studinya tidak sesuai dengan lowongan yang tersedia,” kata Cris.

Pemanfaatan teknologi ini menjadi penting karena Program Magang Nasional melibatkan mitra penyelenggara, lowongan, dan peserta dalam jumlah besar. Analisis berbasis AI membantu menemukan pola dalam kumpulan informasi tersebut yang kemudian dapat ditelaah dalam proses pemeriksaan.

Cris menegaskan, pemanfaatan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses verifikasi dan pemeriksaan. Hasil analisis AI menjadi salah satu bahan bagi proses pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku.