BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
HIBURAN

Aries Budiman Berpulang, Dunia Musik Indonesia Kehilangan Sang Penjaga Irama

Aries Budiman Berpulang, Dunia Musik Indonesia Kehilangan Sang Penjaga Irama
Aries Budiman sang drummer Garasi band meninggal dunia (Foto/Pinterest)

Dunia musik Indonesia kembali berduka. Aries Budiman, drummer legendaris band Garasi, dikabarkan telah meninggal dunia. Kabar ini mengguncang para penggemar musik tanah air, terutama mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu Garasi yang mengisi masa remaja dan perjalanan hidup. Kepergian beliau bukan sekadar kehilangan satu orang, melainkan hilangnya satu denyut nadi yang telah mengiringi perjalanan musik Indonesia selama puluhan tahun.

Almarhum adalah Aries Budiman, pendiri dan drummer utama band Garasi. Beliau dikenal sebagai pemegang irama yang teguh namun luwes, jiwa di balik dentuman yang mengikat setiap nada menjadi satu kesatuan yang utuh. Rekan-rekan musisi, penggemar, serta keluarga menjadi pihak yang paling merasakan kepergian sosok yang rendah hati, setia kawan, dan penuh semangat ini.

Aries Budiman berpulang ke Rahmatullah pada Jumat, 25 September 2026. Kabar duka ini disampaikan secara resmi oleh pengurus band dan keluarga, menyebar cepat di kalangan pecinta musik dalam waktu singkat.

Aries Budiman menghembuskan napas terakhir di Jakarta, setelah menjalani perawatan medis dalam beberapa waktu terakhir. Pemakaman dilakukan secara kekeluargaan, dihadiri oleh rekan-rekan musisi dan sahabat dekat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Kepergian Aries bukan sekadar kehilangan pribadi, melainkan kehilangan bagian dari sejarah musik Indonesia. Selama puluhan tahun, dentuman drum-nya menjadi tanda bahwa musik yang tulus, sederhana, dan jujur akan selalu dicintai. Garasi tidak hanya sekadar nama band, ia adalah rumah bagi banyak orang yang menemukan semangat, persahabatan, dan harapan dalam setiap liriknya. Aries adalah salah satu yang menjaga rumah itu tetap berdiri tegak.

Keluarga dan rekan band mengumumkan kepergian beliau melalui pernyataan resmi, sekaligus mengenang dedikasi, kerendahan hati, dan semangat yang selalu beliau tunjukkan selama berkarya. Penggemar diminta mendoakan kebaikan bagi almarhum dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Banyak musisi dan pendengar yang menyampaikan penghormatan, mengenang bagaimana lagu-lagu Garasi telah menemani perjalanan hidup mereka.

Pihak grup band Garasi memberikan pernyataan. “Aries bukan hanya drummer kami, ia adalah jantung dari setiap irama yang kami mainkan. Tetapi namanya akan terus hidup dalam setiap dentuman lagu Garasi,” ungkap Pihak grup band Garasi seperti dilansir dari siaran berita resmi di laman bandgarasi.com, Jumat (25/9/2026).