BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
EDUKASI

Hadiah OSN Belum Maksimal, Mendikdasmen Janji Perbaiki Tahun Depan

Hadiah OSN Belum Maksimal, Mendikdasmen Janji Perbaiki Tahun Depan
Hadiah OSN Belum Maksimal (Foto/Unsplash)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan harapan sekaligus komitmen untuk meningkatkan nilai hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada penyelenggaraan tahun depan. Pernyataan ini muncul setelah publik ramai menyoroti nominal hadiah OSN 2026 yang dianggap menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pemerintah telah memastikan nominal tahun ini sama dengan 2025, Mendikdasmen mengakui masih perlu ditingkatkan agar lebih layak dan bermakna bagi para siswa berprestasi.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Pihak yang menerima apresiasi ini adalah para peraih medali emas, perak, dan perunggu di ajang OSN dari seluruh Indonesia.

Pernyataan resmi disampaikan pada Jumat, 4 September 2026, dan dipertegas kembali saat penutupan OSN di Universitas Muhammadiyah Malang pada Sabtu, 19 September 2026. Rencana peningkatan hadiah ditargetkan mulai berlaku pada OSN tahun 2027.

Penyampaian pernyataan dilakukan di Jakarta dan Malang, serta dipublikasikan melalui laman resmi Pusat Prestasi Nasional (pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.id) dan saluran media Kemendikdasmen.

Sorotan publik terhadap nominal hadiah OSN yang dinilai kurang memadai mendorong pemerintah untuk mencari solusi. Selain itu, para siswa berprestasi telah bekerja keras dan mengharumkan nama bangsa, apresiasi yang diberikan seharusnya sebanding dengan usaha dan bakat yang mereka tunjukkan. Keterbatasan anggaran Puspresnas menjadi alasan utama nominal hadiah belum dapat dinaikkan tahun ini.

Pemerintah sedang menyusun skema pendanaan baru dengan mencari sumber anggaran tambahan di luar alokasi rutin Puspresnas. Langkah ini dilakukan agar hadiah tidak lagi bergantung pada satu sumber saja. Selain uang pembinaan, para juara juga mendapat prioritas beasiswa LPDP, pembinaan talenta, serta kesempatan mewakili Indonesia di ajang internasional. Abdul Mu’ti memohon maaf jika hadiah tahun ini belum sebesar harapan semua pihak, dan berjanji berupaya keras agar tahun depan nilainya dapat ditingkatkan.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi Puspresnas Kemendikdasmen: Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, memberikan pernyataannya. “Kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah,” ungkap Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, seperti dilansir dari siaran berita resmi di laman resmi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Minggu (20/9/2026).

Harapan itu kini menjadi komitmen yang harus diwujudkan. Bakat dan kerja keras anak-anak Indonesia memang tak bisa diukur sepenuhnya dengan uang, namun penghargaan yang layak adalah bentuk terima kasih negara yang pantas mereka terima. Semoga tahun depan, senyum bangga para juara OSN disertai apresiasi yang lebih besar.