Detik-detik Mencekam KMP Virgo Terbalik! Korban Ungkap Tanpa Peringatan Saat Kapal Mulai Miring
Banjarmasin, DARIM.ID — KMP Virgo Transport 8, kapal penyeberangan rute Surabaya–Banjarmasin yang mengangkut 243 orang, mengalami kemiringan ekstrem hingga terbalik di perairan Masalembu, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
Hingga kini, 107 orang berhasil diselamatkan, 6 orang meninggal dunia, dan 136 lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan .Kapal diduga dihantam gelombang setinggi 2–3 meter dari sisi kanan lambung, menyebabkan kemiringan mendadak yang berlangsung sangat cepat.
Banyak penumpang yang masih tertidur ketika insiden bermula, sehingga kepanikan melanda seluruh geladak tanpa peringatan resmi dari kru maupun bunyi alarm. Di atas kapal tercatat 213 penumpang dan 30 awak kapal.
Salah satu penumpang selamat, Ahmad Saudi, menceritakan detik-detik mengerikan saat ia terbangun karena orang-orang berlarian di lorong kapal. “Saya tidur di kursi, tiba-tiba dengar orang lari-lari. Saya tanya kenapa, dijawab kapal miring. Saya berdiri, kapal benar-benar sudah miring parah. Tidak ada bunyi alarm, tidak ada panggilan lewat pengeras suara sama sekali,” ujar Ahmad Saudi sebagaimana dikutip detikKalimantan pada Minggu (13/9/2026).
Insiden terjadi di perairan sekitar Kepulauan Masalembu, Laut Jawa, berjarak sekitar 86 mil laut dari Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Berdasarkan keterangan nakhoda, gelombang tinggi akibat cuaca buruk menghantam lambung kanan kapal secara berulang-ulang, menyebabkan keseimbangan kapal terganggu hingga akhirnya terbalik.
Kementerian Perhubungan juga menyoroti ketiadaan peringatan dini kepada penumpang sebagai salah satu hal yang akan diselidiki lebih lanjut. Kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi segera menolong para korban yang terlempar ke laut atau bertahan di bagian atas kapal yang terbalik.
Sebagian korban terpaksa melompat ke laut dalam kegelapan malam, bertahan hanya dengan jaket pelampung sebelum dievakuasi kapal bantuan berjam-jam kemudian. Gelombang tinggi menyulitkan proses pencarian yang kini melibatkan kapal dan pesawat udara dari berbagai instansi.
Pemerintah telah membentuk tim penyelidik untuk menelusuri kelalaian prosedur keselamatan serta alasan mengapa penumpang tidak diberi peringatan sebelum kapal miring. Sementara itu, keluarga korban terus menantikan kabar orang-orang yang masih hilang di tengah luasnya perairan Laut Jawa.


