Jembatan Gantung Pengadaran Ambruk! Insiden Tengah Malam yang Memakan Korban
Pengadaran, DARIM.ID – Jembatan gantung yang melintas di atas sungai di kawasan Pengadaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tiba-tiba ambruk pada Sabtu dini hari. Struktur jembatan yang berfungsi sebagai penghubung utama antarwilayah itu putus di tengah saat dilalui warga, menyebabkan sejumlah orang jatuh ke aliran sungai yang sedang melaju deras. Insiden ini memicu kepanikan besar sekaligus memutus akses penghubung antar-dusun yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut.
Peristiwa ini menimpa warga yang sedang melintas pulang dari kegiatan malam. Sebanyak belasan orang dilaporkan jatuh ke sungai, sebagian berhasil menyelamatkan diri, sementara lainnya masih dalam pencarian. Tim gabungan yang terdiri dari petugas SAR, kepolisian, TNI, dan relawan setempat segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban. Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR juga turun meninjau lokasi untuk meneliti penyebab runtuhnya struktur jembatan.
Jembatan gantung itu ambruk pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Kejadian berlangsung saat suasana gelap dan hujan masih turun, sehingga menyulitkan warga untuk memberikan pertolongan secara cepat sebelum tim penolong tiba di lokasi. Lokasi tepatnya berada di kawasan Pengadaran, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jembatan gantung tersebut membentang di atas Sungai Citarik dan menjadi jalur utama penghubung antara Desa Pengadaran dan desa-desa seberang sungai yang menjadi akses warga sehari-hari.
Dugaan sementara menyebutkan struktur jembatan sudah tidak kuat menahan beban yang melintas sekaligus. Selain itu, usia jembatan yang sudah tua serta kondisi tali penyangga yang sudah lapuk dan tidak pernah diganti secara berkala menjadi faktor utama. Curah hujan tinggi yang melanda wilayah itu dalam beberapa hari terakhir juga diduga memperlemah pondasi jembatan, sehingga strukturnya akhirnya runtuh.
Sekelompok warga yang berjalan beriringan melintas di atas jembatan tiba-tiba merasakan getaran yang kuat. Tanpa peringatan sebelumnya, tali penyangga utama sebelah sisi putus, diikuti ambruknya lantai jembatan ke bawah. Semua yang berada di bagian tengah langsung terjatuh ke sungai yang airnya sedang keruh dan deras. Warga yang berada di tepi segera berteriak meminta bantuan. Tim SAR tiba beberapa jam kemudian dan langsung menurunkan personel menyisir aliran sungai untuk mencari korban sekaligus mengevakuasi yang terluka.
Sebagaimana dikutip dari ANTARA, Kepala Pelaksana BPBD Sukabumi memberikan keterangannya. “Kami mengimbau warga untuk tidak melintas di jembatan tersebut sampai ada pernyataan layak pakai dari instansi terkait,” ungkap pihak Kepala Pelaksana BPBD Sukabumi saat diwawancara.
Insiden ini kembali menyadarkan semua pihak akan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap infrastruktur penyeberangan, terutama jembatan gantung yang usianya sudah lama. Keamanan warga harus menjadi prioritas utama sebelum tragedi berulang di tempat lain.


