BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
NASIONAL

Kementerian PU Alirkan Air Irigasi Ke Persawahan Terdampak Kekeringan di Kota Sungai Penuh

Kementerian PU Alirkan Air Irigasi Ke Persawahan Terdampak Kekeringan di Kota Sungai Penuh
dok. Kemenpu

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi terus melakukan langkah tanggap dalam menangani dampak kekeringan yang mengancam lahan pertanian masyarakat. Pada Sabtu (22/8), BWS Sumatera VI melaksanakan penyaluran air irigasi menggunakan pompa ke area persawahan di Desa Koto Tuo, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan persawahan yang terdampak kekeringan dan berpotensi mengalami gagal panen. Air dipompa dari Sungai Batang Sangkir menuju area persawahan dengan jarak sumber air sekitar 150 meter.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, air merupakan fondasi penting bagi kehidupan sehingga ketersediaannya perlu dijaga melalui penanganan yang cepat sekaligus pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Air merupakan fondasi penting bagi kehidupan dan pembangunan. Karena itu, ketika terjadi kekeringan, pemerintah harus bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat lebih tangguh menghadapi kekeringan,” kata Menteri Dody.

Dalam penanganan tersebut, BWS Sumatera VI mengoperasikan satu unit mesin pompa air irigasi yang dilengkapi satu set selang hisap dan satu set selang buang. Pemompaan melayani lahan persawahan seluas kurang lebih 4,90 hektare dan memberikan manfaat kepada sekitar 20 petani yang tergabung dalam kelompok tani warga Desa Koto Tuo.

Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, kondisi Sungai Batang Sangkir masih tersedia dan mencukupi untuk dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi melalui sistem pemompaan. Kondisi cuaca saat pelaksanaan kegiatan cerah dan akses menuju lokasi dalam kondisi baik.

Tim dari BWS Sumatera VI telah melakukan penanganan kekeringan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus membantu masyarakat mempertahankan produktivitas lahan sawah di tengah kondisi kekeringan.

Pemompaan air merupakan langkah penanganan awal untuk memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi. Selanjutnya, tim BWS Sumatera VI juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung penanganan yang lebih berkelanjutan.

Meskipun pelaksanaan pemompaan dan penyaluran air tidak menghadapi kendala yang signifikan, diperlukan pengaturan jadwal operasional pompa agar pemanfaatan air dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan sesuai kebutuhan petani.

Selain itu, BWS Sumatera VI akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh terkait rencana penyediaan sumur bor sebagai sumber air alternatif dengan sistem perpompaan. Langkah tersebut diperlukan mengingat lokasi persawahan belum memiliki jaringan irigasi yang memadai.

Melalui langkah tanggap darurat dan tindak lanjut penyediaan sumber air alternatif, Kementerian PU berkomitmen menjaga ketersediaan air bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan.