BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
NASIONAL

Eddy Soeparno Ajak Legislator Muda Tingkatkan Kualitas Demokrasi: Jangan Berhenti di Prosedur

Eddy Soeparno Ajak Legislator Muda Tingkatkan Kualitas Demokrasi: Jangan Berhenti di Prosedur
dok. MPR RI /Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, saat berdialog dengan legislator muda dalam acara Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Parlemen Muda untuk Demokrasi yang Berkelanjutan.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mengajak para legislator muda mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Eddy dalam dialog yang diselenggarakan The Habibie Center bertema 

“Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Parlemen Muda untuk Demokrasi yang Berkelanjutan.” Acara ini dihadiri oleh Legislator Muda DPR RI dari berbagai Fraksi di Parlemen dan dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Pembina Habibie Center, Ilham Habibie.

Menurut Eddy, generasi muda di parlemen memiliki posisi strategis untuk menghadirkan standar baru dalam kualitas legislasi, pengawasan, representasi, dan memperjuangkan kehendak masyarakat.

“Legislator muda harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia. Kita memiliki kesempatan untuk membangun budaya parlemen yang terbuka, berbasis data, responsif terhadap aspirasi masyarakat, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” kata Eddy.

Menurut Eddy, demokrasi Indonesia telah memiliki fondasi prosedural yang kuat melalui pemilu yang berlangsung secara berkala dan pergantian kekuasaan secara konstitusional. Tantangan berikutnya adalah memastikan demokrasi menghasilkan kebijakan dan kinerja institusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Demokrasi kita seharusnya tidak berhenti sebatas prosedur. Sudah waktunya kita menatap urgensi demokrasi berkualitas. Setelah masyarakat memberikan mandat, pekerjaan kita adalah membuktikan bahwa mandat itu menghasilkan kebijakan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Dorong Demokrasi Prosedural Menuju Demokrasi Substansial

Eddy juga mengajak legislator muda bersama-sama mendorong perubahan dari demokrasi prosedural menuju demokrasi substansial.

“Demokrasi prosedural menjawab siapa yang memilih dan siapa yang dipilih. Demokrasi substansial berbicara mengenai apa yang dihasilkan setelah mandat itu diberikan. Di situlah kualitas demokrasi kita akan benar-benar diuji,” jelasnya.

Menurut Eddy, demokrasi substansial tercermin dari kualitas kebijakan publik, perlindungan hak masyarakat, pemerataan kesempatan, serta kemampuan negara menjawab tantangan baru. Isu perubahan iklim, transisi energi, digitalisasi, kecerdasan buatan, lapangan kerja, dan ketimpangan ekonomi membutuhkan kebijakan yang memiliki perspektif jangka panjang.

Ia menilai legislator muda memiliki keunggulan dalam membawa perspektif baru ke parlemen. Karena itu, kapasitas mereka perlu terus diperkuat agar mampu memahami kompleksitas persoalan publik dan menerjemahkannya menjadi kebijakan yang efektif.

“Partai boleh berbeda dan pilihan politik boleh berbeda. Kita tetap memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga demokrasi dan memastikan parlemen bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

“Kalau kita ingin demokrasi Indonesia semakin kuat, mari kita mulai dari parlemen. Mari kita buktikan kepada masyarakat bahwa legislator muda mampu menghadirkan kualitas legislasi yang lebih baik, kinerja parlemen yang lebih kuat, dan demokrasi yang semakin substansial,” pungkas Eddy.