BERITA TERBARU
Harris Turino Minta Batas Defisit APBN Tetap 3 Persen Elvy Sukaesih Meriahkan HUT ke-70 Muba, Ribuan Warga Padati Lapangan Sekayu Tegaskan Pentingnya Suara Masyarakat, Pemerintah Perbarui Komitmen Sinergi SP4N-LAPOR! KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur KAI Kooperatif dalam Investigasi Keselamatan dan Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT Bawa Sport Tourism Indonesia ke Panggung Dunia, BRI Dukung Penuh Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 Melalui BAZNAS RI, MINISO Salurkan Bantuan Rp62,4 Juta untuk Warga Terdampak Gempa NTT dan Ajak Perusahaan Lain Turut Berkolaborasi Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan, Kementerian PU Percepat Layanan Air Minum dan Sanitasi Pascabencana BAZNAS RI Perkuat Legalitas Aset Hibah Muzaki, Optimalkan Manfaat bagi Umat Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra Penyelenggara dan Peserta MagangHub
NASIONAL

Presiden Prabowo Apresiasi Keberanian Pelaku Usaha Bangun Industri Kendaraan Listrik Nasional

Presiden Prabowo Apresiasi Keberanian Pelaku Usaha Bangun Industri Kendaraan Listrik Nasional
dok. BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keberanian berinisiatif dan mengambil risiko para pelaku usaha dalam membangun industri kendaraan listrik nasional. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/08/2026).

“Saya kira ini yang kita hargai. Jadi saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara sekalian yang telah ambil suatu keberanian. Inisiatif itu keberanian karena inisiatif mengandung risiko,” ucap Presiden. 

“Kita bangga hari ini dan kita akan melihat perkembangan dalam waktu yang akan datang akan lebih cepat lagi,” lanjutnya. 

Menurut Presiden, peluncuran MoLiNas hari ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Presiden pun turut mengapresiasi langkah PT Indika Energy Tbk yang telah mengembangkan industri motor listrik hingga mampu memproduksi 20 ribu unit kendaraan. 

“Hari ini saya tandatangani karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, dua juta saya datang lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mendorong penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui dukungan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah, kata Presiden, akan menyiapkan skema pembelian sehingga penggunaan kendaraan listrik makin mudah dijangkau masyarakat. 

“Kita akan turunkan bunga cicilan, kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP (down payment),” tutur Presiden. 

Selain motor listrik, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah tengah membangun ekosistem industri mobil listrik nasional di Kabupaten Subang. “Di kilometer 84 ada kompleks besar kita lagi bangun mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” katanya. 

Menutup sambutannya, Presiden mengajak seluruh pelaku industri untuk terus berinisiatif dan berani menghadapi risiko demi membangun kemandirian industri nasional. Menurut Presiden, tidak ada keberhasilan dan kemenangan tanpa inisiatif dan keberanian. 

“Di tentara ada moto, siapa berani menang. Tidak mungkin menang kita duduk nunggu kemenangan datang. Kemenangan tidak akan datang. Kemenangan harus kita perjuangkan. Harus kita rebut,” tandasnya.