FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit
Jakarta, DARIM.ID – Performa capaian penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan tren meningkat. Terpantau per hari ini BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP tahun 2026 telah mencapai 200.698 unit rumah senilai Rp25 Triliun. Pemerintah tahun ini mengalokasikan sebesar 350.000 unit rumah, sehingga capaian penyaluran ini telah menginjak angka 57,34%.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho sampaikan bahwa tren realisasi yang meningkat ini akan cenderung terus terjadi hingga akhir tahun 2026 mendatang. “Berdasarkan dari data yang kami miliki pada tahun-tahun sebelumnya, dimana realisasi di akhir tahun cenderung lebih kencang penyalurannya,” Ujar Heru.
Heru melihat fenomena tersebut salah satunya didasarkan pada dukungan mitra kerja bank penyalur FLPP yang terus berupaya untuk memenuhi target penyaluran tahun 2026 sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama yang dilakukan kepada BP Tapera. Sedangkan di sisi penyediaan hunian, Heru juga melihat bahwa para pengembang cenderung mempersiapkan keterhuniannya lebih cepat untuk mengantisipasi musim penghujan yang dapat menjadi kendala dalam proses membangun rumah.

“Kami terus berikan dukungan kepada para mitra kerja kami, salah satunya seluruh jajaran BP Tapera terjun langsung ke lapangan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki rumah, dan pemerintah telah menyiapkan fasilitasnya (FLPP),” terang Heru.
Menjelang akhir tahun, BP Tapera melakukan upaya percepatan penyaluran yang tersebar di berbagai daerah guna mendorong capaian. Heru menjelaskan strategi tersebut dilakukan dengan melihat potensi ketersediaan hunian serta menggali potensi kepeminatan hunian yang dihimpun dari masyarakat secara langsung. BP Tapera juga terus melakukan dialog dengan para pengembang serta pemerintah daerah untuk memitigasi kendala agar realisasi dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Selain itu, BP Tapera saat ini tengah mempersiapkan kembali kegiatan akad massal yang menurut rencana kali ini akan diselenggarakan di Provinsi Jawa Timur, dengan mengundang kembali Presiden beserta jajaran Kabinet Merah Putih. Dalam masa Pemerintah Presiden Prabowo sendiri, BP Tapera telah melaksanakan akad massal dan dihadiri langsung oleh Presiden sebanyak tiga kali, yaitu di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada 29 September 2025, Kota Serang Provinsi Banten pada 20 Desember 2025, dan Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah pada 30 Juli 2026.
“Masih ada cukup waktu hingga akhir tahun, kita optimalkan capaiannya dengan sisa waktu yang ada. Saat ini kami juga tengah mempersiapkan acara akad massal. Akan kami informasikan kembali perkembangannya lebih lanjut,” pungkas Heru.
Kanal Terpadu Ekosistem Perumahan
BP Tapera saat ini juga telah menyiapkan kanal keterpaduan ekosistem perumahan melalui situs rumah.go.id. Kanal ini mencakup ekosistem perumahan melalui empat pilar, yaitu Ketersediaan, Permintaan, Program Dana, serta Literasi. Saat ini dalam kanal keterpaduan tersebut telah dilakukan migrasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).
Melalui kanal ini, maka seluruh ekosistem perumahan dapat diakomodir, seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, hingga Kemitraan Non Pemerintah baik Komersil maupun Non Komersil. Heru menekankan bahwa pengembangan kanal terpadu ini tidak menggantikan sistem eksisting yang saat ini sudah berjalan, melainkan sebagai sarana teknologi untuk mempermudah interaksi digital antara seluruh pilar.
“Kami rancang kanal ini dalam rangka untuk mendukung layanan tepadu dan pembentukan satu data nasional untuk menuju kemudahan pengerahan, pemupukan, dan pemanfaatan dana dari masing-masing stakeholder,” terang Heru.
Lebih lanjut Heru juga menjelaskan dengan kanal terpadu ekosistem perumahan ini maka poin penting yang dibutuhkan oleh pemerintah selaku regulator adalah perihal penyusunan data antrian multi segmentasi perumahan nasional.
Melalui integrasi data dan informasi perumahan dalam kanal terpadu ini, maka ekosistem digital perumahan nasional dapat disajikan dengan berbagai manfaat, seperti percepatan pelayanan bidang perumahan, peningkatan efek perputaran ekonomi dari sektor properti, kemudahan operasional ketersediaan, hingga kemudahan pengembangan program dana dalam hal akses modal dan skema pembiayaan.


