BERITA TERBARU
Warga Iran Sorak Kemenangan Demokrat di Pemilu AS, Trump Kena Pukulan Politik Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas Alasan BGN Rekrut Pejabat KPK, Sudaryono: Perkuat Komitmen Anti Korupsi Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat BGN Pastikan Gaji Pengawas Gizi dan Keuangan Tak Dipotong dari Anggaran Operasional Rp3.000 Mentan Amran Dorong FKPPI Gerakkan Ekonomi Anggota Lewat Pertanian BAZNAS RI: Bantuan KSrelief Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa NTT Kementerian PU Dorong INACOLD Perkuat Tata Kelola Bendungan Nasional, 945 Ahli Tersertifikasi Perkuat Hubungan Indonesia–Rusia, DPD RI Dorong Kolaborasi Ekonomi Berbasis Potensi Daerah Beruntung Indonesia Sudah Swasmbada, Dunia kini Terancam Krisis Beras Akibat El Niño
INTERNASIONAL

Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Tercapai, Harga Minyak Dunia Anjlok

Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Tercapai, Harga Minyak Dunia Anjlok
dok. cnn indonesia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut muncul setelah Teheran mengungkapkan bahwa komunikasi dan negosiasi tidak langsung dengan Washington tengah berlangsung melalui sejumlah mediator.

Trump menyampaikan optimisme tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (2/11). Ia menyinggung penurunan harga minyak dunia yang disebutnya terjadi karena pasar mulai melihat peluang meredanya konflik antara kedua negara.

“Harga minyak TURUN TAJAM, hampir US$10 per barel, SEBUAH REKOR, karena orang-orang merasa tidak akan ada Perang dengan Iran. Iran menginginkan penyelesaian, secepat mungkin. Itu bisa terjadi!” tulis Trump.

Pernyataan ini muncul ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak Februari masih menghadapi berbagai hambatan. Negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan seiring meningkatnya ketegangan militer antara Washington dan Teheran dalam beberapa bulan terakhir.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat terus berjalan secara intensif. Menurutnya, Qatar dan Pakistan turut mengambil peran sebagai mediator untuk menjembatani komunikasi kedua negara.

“Mengingat sensitivitas dan seriusnya situasi saat ini, konsultasi dan pembahasan berlangsung sangat intensif,” ujar Araghchi dalam wawancara video dengan kantor berita resmi Iran, IRNA.

Di sisi lain, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menilai pertukaran pesan melalui mediator menunjukkan adanya pengakuan Washington terhadap posisi Teheran dalam konflik tersebut.

Namun, peluang tercapainya kesepakatan masih dibayangi ancaman eskalasi militer. Trump sebelumnya sempat mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap satu atau dua target di Iran, termasuk fasilitas nuklir yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe.

Trump mengklaim militer Amerika Serikat mampu menjalankan operasi tersebut dalam waktu singkat. Meski begitu, ia menegaskan Washington tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk melancarkan serangan.

Ancaman tersebut langsung mendapat respons keras dari Teheran. Iran memperingatkan akan melancarkan serangan balasan besar-besaran di kawasan Timur Tengah apabila Amerika Serikat kembali memulai perang.

Situasi ini membuat perkembangan negosiasi kedua negara menjadi perhatian dunia. Pasalnya, keberhasilan mencapai kesepakatan tidak hanya berpengaruh terhadap stabilitas keamanan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak global.