Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Tercapai, Harga Minyak Dunia Anjlok
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut muncul setelah Teheran mengungkapkan bahwa komunikasi dan negosiasi tidak langsung dengan Washington tengah berlangsung melalui sejumlah mediator.
Trump menyampaikan optimisme tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (2/11). Ia menyinggung penurunan harga minyak dunia yang disebutnya terjadi karena pasar mulai melihat peluang meredanya konflik antara kedua negara.
“Harga minyak TURUN TAJAM, hampir US$10 per barel, SEBUAH REKOR, karena orang-orang merasa tidak akan ada Perang dengan Iran. Iran menginginkan penyelesaian, secepat mungkin. Itu bisa terjadi!” tulis Trump.
Pernyataan ini muncul ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak Februari masih menghadapi berbagai hambatan. Negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan seiring meningkatnya ketegangan militer antara Washington dan Teheran dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat terus berjalan secara intensif. Menurutnya, Qatar dan Pakistan turut mengambil peran sebagai mediator untuk menjembatani komunikasi kedua negara.

“Mengingat sensitivitas dan seriusnya situasi saat ini, konsultasi dan pembahasan berlangsung sangat intensif,” ujar Araghchi dalam wawancara video dengan kantor berita resmi Iran, IRNA.
Di sisi lain, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menilai pertukaran pesan melalui mediator menunjukkan adanya pengakuan Washington terhadap posisi Teheran dalam konflik tersebut.
Namun, peluang tercapainya kesepakatan masih dibayangi ancaman eskalasi militer. Trump sebelumnya sempat mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap satu atau dua target di Iran, termasuk fasilitas nuklir yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe.
Trump mengklaim militer Amerika Serikat mampu menjalankan operasi tersebut dalam waktu singkat. Meski begitu, ia menegaskan Washington tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk melancarkan serangan.
Ancaman tersebut langsung mendapat respons keras dari Teheran. Iran memperingatkan akan melancarkan serangan balasan besar-besaran di kawasan Timur Tengah apabila Amerika Serikat kembali memulai perang.
Situasi ini membuat perkembangan negosiasi kedua negara menjadi perhatian dunia. Pasalnya, keberhasilan mencapai kesepakatan tidak hanya berpengaruh terhadap stabilitas keamanan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak global.


