AS Kerahkan 10 Pesawat Militer ke Israel, Persiapan Serangan terhadap Iran Jadi Sorotan
Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengerahkan 10 pesawat kargo militer ke sejumlah pangkalan udara Israel di wilayah Negev selatan. Pengerahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya persiapan militer Washington dan Tel Aviv untuk menghadapi kemungkinan operasi militer terhadap Iran.
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan pada Kamis (29/10) bahwa pesawat-pesawat militer AS tersebut mendarat di Pangkalan Udara Ovda dan Nevatim. Selain Israel, sejumlah pesawat militer Amerika juga dilaporkan dikirim ke pangkalan udara di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar.
Menurut laporan tersebut, pesawat-pesawat itu terbang dari Fort Bliss, Texas, yang dikenal sebagai salah satu pusat pertahanan udara terbesar milik militer AS. Namun, pemerintah Washington belum memberikan konfirmasi resmi mengenai pengerahan tersebut.
Hingga kini, belum diketahui jenis persenjataan maupun perlengkapan yang dibawa dalam pesawat kargo tersebut. Keputusan Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran juga belum diumumkan.
Seorang pejabat Israel mengatakan kepada KAN bahwa militer AS dan Israel terus melakukan koordinasi untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan operasi.
“Israel dan Amerika Serikat berkoordinasi erat. Meskipun belum ada keputusan yang dibuat, kedua negara mempersiapkan diri untuk setiap keputusan Presiden Donald Trump,” ujar pejabat tersebut.

Sebelumnya, KAN melaporkan bahwa Washington telah memperingatkan sejumlah negara Teluk mengenai kemungkinan operasi militer singkat dan terbatas terhadap Iran. AS juga dikabarkan memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas untuk memperkuat pertahanan di kawasan Teluk.
Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Komandan CENTCOM, Jenderal Brad Cooper, telah memberikan pengarahan kepada Trump mengenai sejumlah opsi serangan terhadap Teheran.
Rencana tersebut mendapat kritik dari sejumlah anggota parlemen AS. Senator Demokrat Chris Murphy menyebut kemungkinan serangan terhadap Iran sebagai langkah yang berisiko memicu konflik lebih luas.
Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang Israel dan sejumlah target AS di Timur Tengah.
Pengerahan tambahan aset militer tersebut kini memunculkan kekhawatiran baru mengenai kemungkinan pecahnya konflik antara AS, Israel, dan Iran.


