BERITA TERBARU
Bincang Mendag Busan dengan UMKM di NTB, Dorong Perluasan Pasar Domestik dan Jajaki Ekspor FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit Saat Rocky Gerung Sebut DPD RI Sebagai Dewan Penuntun Demokrasi RI Ubah Limbah Sawit Jadi Pakan Bernilai, TEP UNAIR Dampingi Peternak di Prafi Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Konektivitas Aceh – Sumut yang Terdampak Longsor Kemenpar Gelar AK-RT 2026 untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ASEAN dan Korea Kementerian PU Tinggikan Jalan Nasional Semarang-Demak, Kurangi Genangan Rob Kaligawe Jelang Nataru 2026/2027 Dari Jagung SPHP hingga Pengawasan Integrator, Mentan Amran Tegas Perkuat Peternak Rakyat Perkuat Sinergi, Mendag Busan Buka Pasar Murah di Mataram Jaga Harga Bapok Soroti Insiden Penembakan di Pulo Keunari, Tgk Ahmada: Rakyat Harus Dilindungi, Bukan Ditakuti!
NASIONAL

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Pengolahan Logam Berat

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Pengolahan Logam Berat
dok. Kemnaker

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, khususnya pada sektor industri pengolahan logam berat. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi dan Presiden Direktur PT IWIP Kevin He di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Senin (2/11/2026).

Kerja sama yang berlaku selama dua tahun (2026-2028) ini dirancang sebagai landasan utama dalam menyiapkan tenaga kerja yang berdaya saing seiring pesatnya perkembangan investasi kawasan industri di kawasan timur Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas kunjungan kerja Presiden dua pekan sebelumnya yang mencatat perkembangan positif investasi di kawasan tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan bahwa kehadiran investasi skala besar di sektor pengolahan logam berat harus berjalan selaras dengan penyiapan SDM berkualitas serta penciptaan iklim ketenagakerjaan yang kondusif. Keberadaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja diharapkan dapat menjaga hubungan industrial tetap harmonis.

“Prinsip kita tegas, industri harus maju, dan pekerja harus sejahtera. Dua hal ini tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring dan saling menguatkan,” ujarnya.

Yassierli menyebut, guna memastikan penyerapan tenaga kerja berjalan optimal, Kemnaker mendorong PT IWIP menyusun peta jalan (roadmap) kebutuhan SDM untuk lima tahun ke depan. Peta jalan tersebut mencakup pemenuhan tenaga kerja secara berjenjang, mulai dari tingkat operator, supervisor, hingga insinyur muda, sekaligus transisi penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) hanya pada kebutuhan teknis khusus yang wajib disertai alih pengetahuan (transfer of knowledge).

“Cita-cita kita adalah menjadikan PT IWIP sebagai benchmark Integrated Talent Engine in Indonesia, yakni sebuah kawasan industri yang mampu menarik ekosistem pelatihan dan pendidikan secara mandiri dan terintegrasi,” kata Yassierli.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Yassierli menambahkan, Kemnaker menyiapkan penguatan ekosistem SDM melalui integrasi sistem pelatihan dan pendidikan vokasi. Sinergi ini mencakup alokasi kuota pelatihan vokasi dan sertifikasi gratis dari Balai Latihan Kerja (BLK), serta penyediaan beasiswa penuh (full scholarship) di Politeknik Ketenagakerjaan bagi putra-putri daerah Maluku Utara.

Kerja sama ini juga memperluas kesempatan pelatihan bagi kelompok disabilitas serta mengalokasikan 80 persen peserta Program Magang Nasional untuk diterjunkan langsung di kawasan industri PT IWIP. “Melalui kolaborasi Kemnaker dan PT IWIP diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan industri nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Halmahera Tengah dan sekitarnya,” tutupnya.