BERITA TERBARU
Anggota DPR RI Zulfikar Achmad Meninggal Dunia, DPR Sampaikan Belasungkawa Mohamed Salah Dikabarkan Bakal Dapat Dua Penghargaan Langka di Turki Mengenal Senat AS, Lembaga Penting yang Diperebutkan Trump dan Demokrat Canva PHK 1.271 Karyawan, CEO Sebut Perusahaan Perlu Perombakan Besar Indonesia Tampil dengan Wajah Baru di WTM London 2026, Perkuat Pasar Eropa dan Kemitraan Pariwisata Global Wamentan Alim Dorong Hilirisasi Perkebunan, Bidik 90 Persen Ekspor dalam Produk Olahan Dukung Jurnalisme Berkualitas, BRI Kukuhkan 35 Jurnalis Penerima Beasiswa Pascasarjana melalui BRI Fellowship Journalism 2026 Kepala BGN: MBG Jadi Instrumen Penggerak Ekonomi Petani dan Peternak Lokal Rekrutmen dan Pengusulan Peserta MagangHub Batch 3 Berlangsung pada 5–11 November ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia
EDUKASI

Tingkatkan Daya Saing SDM Vokasi, Kemnaker Tekankan Kompetensi Nyata untuk Memasuki Dunia Kerja

Tingkatkan Daya Saing SDM Vokasi, Kemnaker Tekankan Kompetensi Nyata untuk Memasuki Dunia Kerja
dok. Kemnaker

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan pentingnya penguasaan kompetensi nyata bagi lulusan pendidikan vokasi agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja. Selain keahlian, taruna-taruni juga perlu membangun karakter, memperkaya pengalaman, serta menguasai teknologi digital untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan, ada empat bekal penting yang perlu dipersiapkan agar taruna-taruni dapat berkarya dan memberikan dampak positif di lingkungan kerja, yaitu kompetensi, karakter, pengalaman, dan kolaborasi.

“Karena sekarang di dunia kerja itu yang ditanya bukan school saja, tetapi lebih kepada skill. Perusahaan merekrut bukan untuk melihat lulusan dari mana, tetapi kompetensinya yang benar-benar dibutuhkan. Maka kompetensi ini menjadi sesuatu yang harus kita siapkan,” tegas Cris dalam Kuliah Umum di Politeknik Penerbangan Makassar, Kamis (29/10/2026).

Cris menjelaskan, pencapaian akademik perlu dilengkapi dengan bukti kemampuan yang dapat ditunjukkan kepada dunia kerja. Hal ini dapat diwujudkan melalui proyek yang berhasil diselesaikan, portofolio karya, pengalaman langsung di lapangan, serta sertifikasi resmi sebagai pengakuan atas keahlian yang dikuasai.

Selain kompetensi teknis, Cris mengingatkan pentingnya penguasaan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kemampuan tersebut perlu dikembangkan agar lulusan vokasi dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Kemnaker juga memperkenalkan ekosistem layanan digital ketenagakerjaan SIAPKerja yang mencakup SkillHub, MagangHub, SertiHub, KarirHub, BizHub, dan Talent Innovation Hub. Layanan tersebut diperkenalkan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan persiapan memasuki dunia kerja.

Cris juga berpesan agar para taruna-taruni senantiasa menjaga integritas dan memiliki semangat pantang menyerah. Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor eksternal, tetapi juga dibangun melalui sikap dan tindakan dari dalam diri sendiri.

Sementara itu, Direktur Politeknik Penerbangan Makassar Sukarwoto menyampaikan bahwa penyiapan sumber daya manusia (SDM) transportasi yang unggul, kompeten, dan berdaya saing global menjadi kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkannya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha diperlukan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional.