BERITA TERBARU
Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara Tantangan Belajar Agama di Era Digital Israel Cabut Status Diplomatik Diplomat Belanda, Hubungan Kedua Negara Memanas BAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT Kementerian PU Buka Alur Sungai dan Perkuat Tebing Pascabanjir Terjang Tapanuli Tengah Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi Yang Seung Hye, Fencer Korea yang Viral di Asian Games 2026 karena Disebut Mirip AI Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat
NASIONAL

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengoperasikan tiga unit pompa untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan air bagi persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Air dari SP Kiwing mulai dialirkan melalui tiga jalur selang menuju sawah yang membutuhkan pasokan untuk mendukung kegiatan tanam.

Sekitar 600 hektare persawahan di wilayah tersebut mengalami keterbatasan air. Pompanisasi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan terdampak agar petani dapat kembali mengolah sawah dan melanjutkan musim tanam.

Penanganan ini menindaklanjuti arahan Menteri PU Dody Hanggodo setelah menemukan kondisi kekeringan di lapangan yang belum sesuai dengan laporan yang diterimanya. Menteri Dody meminta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (DJSDA) dan BBWS Citarum segera menangani kebutuhan air pertanian serta memastikan laporan mencerminkan kondisi aktual.

“Saya ingin memastikan laporan yang disampaikan teman-teman sumber daya air benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan. Sejak awal tahun saya sudah mengingatkan agar ketersediaan air untuk sawah dijaga,” kata Menteri Dody.

Plt. Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi menyampaikan bahwa pengoperasian pompa merupakan langkah penanganan untuk membantu petani yang mengalami kesulitan memperoleh air.

“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret,” ujar Abdul.

Upaya percepatan pengambilan air selain dari Kali Kuwing, juga diambil  dari Sungai Citarum dengan menyiapkan mobile pump kapasitas 500lps. Kemudian diperkuat dengan bantuan  dari BBWS Cilicis berupa 2 unit Mobile Pump kapasitas 80Lps utk membantu percepatan pengaliran air dari Sungai Citarum ke lokasi sawah terdampak.

BBWS Citarum akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendukung kebutuhan air pertanian. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran pengelola sumber daya air.

Selain mengoperasikan pompa, BBWS Citarum membuka Layanan dan Posko Bencana Kekeringan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk menyampaikan laporan kekeringan, kebutuhan air, serta permasalahan infrastruktur sumber daya air di wilayah kerja BBWS Citarum.

Laporan dan permintaan informasi dapat disampaikan melalui Hotline Layanan Kekeringan BBWS Citarum di 0821-2117-5600 atau Posko Bencana Kekeringan di 0852-1800-5600.

Kategori: Nasional