Pimpin Konsorsium ABMN,Asuransi Jasindo Serahkan Klaim Rp 17,6 Miliar kepada Kementerian Agama
Jakarta-PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau lebih dikenal dengan Asuransi Jasindo selaku Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (KABMN) menyerahkan pembayaran klaim Asuransi arang Milik Negara (ABMN) dengan skema pembiayaan Pooling Fund Bencana (PFB) senilai Rp17,6 miliar kepada Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) atas aset milik Kementerian Agama Republik
Indonesia yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 2025.
Penyerahan klaim tersebut dilaksanakan dalam seremoni Implementasi Asuransi Barang Milik Negara dengan Pendanaan Pooling Fund Bencana Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Jakarta, pada XX (27/7). Klaim secara simbolis diserahkan oleh Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi, kepada Direktur Penyaluran Dana BPDLH Damayanti Ratunanda dan Kepala Biro Keuangan & BMN Kementerian Agama Ahmad Hidayatullah.
Acara tersebut juga disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan,
Evita Manthovani, serta anggota Konsorsium ABMN lainnya.
Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi, mengatakan pembayaran klaim tersebut
merupakan bentuk nyata peran Asuransi Jasindo bersama Konsorsium ABMN dalam memberikan perlindungan terhadap aset negara sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
”Sebagai Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara, Asuransi Jasindo berkomitmen memastikan perlindungan terhadap aset-aset strategis pemerintah dapat berjalan secara optimal.
pembayaran klaim ini menunjukkan pengelolaan risiko yang terencana dapat membantu pemerintah mempercepat proses pemulihan aset negara yang terdampak bencana, sehingga keberlangsungan ayanan publik dapat tetap terjaga,” ujar Ocke.
direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Evita Manthovani, menyampaikan Indonesia
sebagai negara yang berada di kawasan ring of fire memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi.
Asuransi BMN bukan sekadar memenuhi ketentuan regulasi, tetapi menjadi bagian penting dari upaya
memperkuat ketahanan fiskal negara melalui percepatan pemulihan aset pemerintah yang terdampak Bencana,” kata Evita.
pembayaran klaim tersebut merupakan tindak lanjut atas kerugian yang terjadi pada periode 25–30 November 2025 berdasarkan Polis Asuransi Barang Milik Negara dengan tertanggung BPDLH QQ
kementerian Agama Republik Indonesia. Objek pertanggungan yang memperoleh pembayaran klaim merupakan aset-aset Kementerian Agama yang berada di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat ang mengalami kerusakan akibat bencana.
penyerahan klaim ini juga menjadi pembayaran klaim pertama dalam implementasi skema Asuransi Barang
ilik Negara dengan Pendanaan Pooling Fund Bencana (ABMN-PFB), sekaligus menunjukkan manfaat yata mekanisme transfer risiko melalui pengasuransian BMN dalam mendukung percepatan pemulihan set negara pascabencana.
program Asuransi Barang Milik Negara melalui skema Pooling Fund Bencana merupakan bagian dari upaya
pemerintah memperkuat pengelolaan risiko fiskal nasional sekaligus meningkatkan ketahanan aset negara
terhadap potensi bencana. Sebagai salah satu instrumen Disaster Risk Finance and Insurance (DRFI), program ini telah diimplementasikan sejak 2019 dan terus menunjukkan perkembangan positif.
Nilai pertanggungan BMN yang diasuransikan meningkat dari Rp10,73 triliun pada tahap pilot project tahun
019 menjadi Rp92,22 triliun pada 2025.
ada implementasi tahun 2026, pemerintah melalui skema ABMN-PFB memberikan perlindungan terhadap
0.838 objek BMN dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp29,19 triliun, yang meliputi bangunan
pendidikan milik Kementerian Agama, fasilitas kesehatan milik Kementerian Kesehatan, serta bangunan
perkantoran milik Kementerian Sekretariat Negara.
Sebagai perusahaan asuransi umum milik negara yang telah berpengalaman selama lebih dari lima dekade,
asuransi Jasindo terus memperkuat perannya dalam mendukung program-program strategis pemerintah
melalui penyediaan solusi manajemen risiko yang komprehensif.
eran tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan perlindungan yang andal bagi
set-aset strategis nasional serta memberikan kontribusi terhadap terciptanya tata kelola risiko yang
semakin tangguh di Indonesia.
Ocke menambahkan bahwa Asuransi Jasindo akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh anggota konsorsium guna mendukung pengelolaan risiko aset negara secara profesional.
Kepercayaan yang diberikan kepada Asuransi Jasindo sebagai pemimpin konsorsium menjadi tanggung jawab yang kami jaga untuk memastikan setiap proses perlindungan, mulai dari penjaminan hingga penyelesaian klaim, berjalan secara cepat, transparan, dan akuntabel. Kami berharap kolaborasi ini semakin memperkuat ketahanan aset negara sekaligus mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tutup Ocke.


