BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
NASIONAL

Kementerian PU Salurkan 226 Ribu Liter Air Bersih, Respons Kekeringan dan Karhutla di Kalbar

Kementerian PU Salurkan 226 Ribu Liter Air Bersih, Respons Kekeringan dan Karhutla di Kalbar
dok. Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat bergerak cepat menangani dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Dukungan dilakukan dengan mengerahkan personel serta sarana dan prasarana tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Hingga 1 September 2026, BPBPK Kalimantan Barat telah menyalurkan 226.000 liter air bersih melalui dukungan 4 mobil tangki air, 45 hidran umum, 1 mobil kabin toilet, dan 1 mobil tangki tinja. Bantuan tersebut menjangkau 33 titik di 5 kabupaten/kota, termasuk fasilitas pelayanan publik dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijaga, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi kondisi kekeringan. Kementerian PU terus melakukan langkah penanganan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu,” kata Menteri Dody.

Dukungan penyediaan air bersih juga diarahkan kepada berbagai fasilitas yang memiliki kebutuhan prioritas. Di Kota Pontianak, BPBPK Kalimantan Barat menyalurkan air bersih ke Sekolah Rakyat 2 Flora serta memberikan bantuan pinjam pakai mobil tangki air dan hidran umum kepada RSUD Soedarso, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, dan PMI Kota Pontianak. Dari dukungan tersebut, telah tersalurkan 92.000 liter air bersih.

Di Kabupaten Kubu Raya, BPBPK Kalimantan Barat memberikan bantuan air bersih kepada Pondok Pesantren Tahfidz Modern Mahir. Selain itu, dukungan berupa pinjam pakai mobil tangki air diberikan kepada BPBD Kabupaten Kubu Raya untuk membantu penyaluran air bersih di 11 titik lokasi, serta hidran umum kepada Dinas PUPR Kabupaten Kubu Raya. Total air yang telah disalurkan di wilayah tersebut mencapai 40.000 liter.

Dukungan serupa diberikan di wilayah Kayong Utara melalui pinjam pakai mobil tangki air kepada Dinas PUPR untuk mendukung penyaluran air bersih di 11 titik lokasi, dengan total distribusi mencapai 44.000 liter.

Sementara itu, di Kabupaten Melawi, BPBPK Kalimantan Barat memberikan dukungan mobil tangki air kepada Perumda Tirta Melawi. Sarana tersebut digunakan untuk mendukung penanganan karhutla di 2 titik dengan penyaluran 8.000 liter air, serta membantu masyarakat terdampak kekeringan di 3 titik lokasi dengan penyaluran 12.000 liter air bersih.

Selain penanganan langsung dampak kekeringan dan karhutla, BPBPK Kalimantan Barat juga mendukung kegiatan Gerakan Irigasi Bersih yang diselenggarakan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I di Desa Temiang Mali, Kabupaten Sanggau, melalui penyaluran 20.000 liter air bersih.

Penyediaan air bersih tersebut merupakan bagian dari langkah cepat Kementerian PU dalam menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau dan ancaman karhutla.

Kepala BPBPK Kalimantan Barat Mohd. Yoza Habibie mengatakan, penanganan kekeringan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.

“BPBPK Kalimantan Barat siap memberikan dukungan sesuai kewenangan agar kita dapat mengatasi masalah kekeringan ini bersama,” terang Yoza.

Kementerian PU akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengoptimalkan dukungan sarana dan prasarana tanggap darurat sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur dasar dan layanan air tetap dapat mendukung masyarakat sekaligus memberikan dampak nyata bagi pencapaian sasaran PU608. 

Kategori: Nasional