BERITA TERBARU
Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya Suarakan Kepentingan Perdagangan Nasional,Mendag Busan Bertolak ke AS Hadiri G20 Harga iPhone Naik Signifikan! Inilah Penyebab dan Dampaknya bagi Konsumen Cara Mudah Move On! Lepaskan Lalu, Buka Lembaran Baru Seiring Hari Pariwisata Dunia, Menteri Pariwisata Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 Kini Cetak SIM Cukup di Kios SIM, Cepat, Praktis, Tanpa Antre Panjang Taman Bunga Celosia Semarang, Pesona Warna yang Menggugah Senyum Kota Buka Pelatihan SSTC 2026, Kemendag Dorong Penguatan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Afrika Ketegangan Meningkat! Iran Mulai Langkah Balasan, Inggris Diduga Jadi Sasaran Pemutihan Pajak 2026! Kesempatan Emas Tertibkan Kewajiban Negara
NASIONAL

Hadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, Wapres Kenakan Busana Adat NTT

Hadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, Wapres Kenakan Busana Adat NTT
dok. BPMI Setwapres

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dan Ibu Selvi Gibran Rakabuming menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/08/2026). Didampingi kedua putra-putrinya, Wapres dan Ibu Selvi nampak mengenakan busana adat yang berbeda, namun dengan dominasi warna yang senada.

‎Wapres mengenakan pakaian adat Rote, dari Nusa Tenggara Timur. Kain Lafa yang dililitkan di pinggang dan diselempangkan di bahu Wapres berhiaskan motif Hua Peni yang menggambarkan keluhuran dan keteraturan adat. Garis tegas merah marun yang mendominasi corak kain merepresentasikan keberanian, semangat hidup, serta penghargaan kepada para leluhur.

‎Jas hitam yang dikenakan Wapres juga dipadukan dengan Topi Ti’i Langga, topi berbahan daun lontar kering yang merupakan simbol keperkasaan, kehormatan, serta jiwa kepemimpinan. Kelengkapan busana adat yang serupa juga dikenakan oleh Jan Ethes Srinarendra dan adiknya, La Lembah Manah.

Baca JugaMeriahkan HUT ke-80 RI di Cipinang Melayu, Wapres Saksikan Lomba dan Sapa Warga

‎Sementara itu, Ibu Selvi memasuki lokasi upacara mengenakan pakaian adat Ta’a Dayak Kenyah, dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dengan motif kalong aga, busana istri Wapres merepresentasikan kesederhanaan dalam jiwa yang berwibawa, kuat, percaya diri, dan memiliki keterikatan dengan alam dan leluhur.

‎Senada dengan Wapres, busana Ibu Selvi didominasi warna merah, yang dalam tradisi Dayak Kenyah mencerminkan semangat, keberanian menghadapi kehidupan, kekuatan batin, dan keteguhan untuk tidak mudah menyerah.

‎Kedua busana adat yang dikenakan Wapres dan Ibu Selvi mencerminkam semangat keberagaman dalam mewujudkan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, sebagaimana tema yang diusung dalam Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.